Strategi Pemprov Papua Selatan Kejar Target Eliminasi Kusta dan Optimalkan Cek Kesehatan Gratis
Papua Selatan Percepat Eliminasi Kusta, Tekan Lonjakan Kasus Melalui Komitmen Nasional-Istimewa-
DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Upaya pemenuhan hak kesehatan masyarakat di wilayah timur Indonesia terus menjadi fokus utama pemerintah. Salah satu perhatian serius saat ini tertuju pada komitmen bersama yang dideklarasikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) PAPUA SELATAN. Dalam sebuah langkah strategis berskala nasional, Pemprov PAPUA SELATAN secara resmi menyatakan komitmennya untuk mempercepat eliminasi kusta melalui penandatanganan kesepakatan bersama pada konferensi nasional kusta.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Wilayah PAPUA SELATAN saat ini tengah menghadapi dinamika kesehatan yang memerlukan penanganan taktis, cepat, dan terukur. Tantangan dalam menekan angka penyebaran penyakit kusta kini menjadi agenda prioritas yang diintegrasikan langsung dengan kebijakan pusat demi mencapai lingkungan masyarakat yang lebih sehat dan produktif di masa depan.
Melalui sinergi antar-elemen pemerintahan, komitmen yang ditandatangani langsung oleh Gubernur PAPUA SELATAN Apolo Safanpo bersama para gubernur se-Indonesia di Jakarta pada Jumat (10/7) ini diharapkan menjadi pondasi yang kokoh. Kesepakatan tersebut bakal menjadi landasan utama bagi penguatan kebijakan di tingkat daerah untuk mendukung penuh target besar nasional, yaitu eliminasi kusta secara total pada tahun 2030 mendatang.
Tantangan Riil dan Lonjakan Kasus kusta di Daerah
Meskipun komitmen kuat telah tertanam, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa jalan menuju eliminasi kusta masih memerlukan perhatian yang sangat serius. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana PAPUA SELATAN, Benericta Herlina Rahangiar, mengungkapkan bahwa grafik penanggulangan kusta di daerahnya masih memperlihatkan angka yang menantang. Berdasarkan data pada tahun 2025, angka prevalensi rata-rata penyakit kusta di PAPUA SELATAN telah mencapai 8,13 per 10.000 penduduk.
"Angka tersebut meningkat 1,76 poin dibandingkan tahun sebelumnya, sementara target nasional berada di bawah satu per 10.000 penduduk," kata Herlina dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Sabtu.
Lebih lanjut, Herlina memaparkan rincian temuan yang tercatat sepanjang tahun 2025. Pihaknya mengidentifikasi adanya 221 kasus baru kusta di wilayah tersebut. Dari total temuan tersebut, mayoritas menyerang kelompok usia produktif dan orang tua. Tercatat sebanyak 180 kasus terjadi pada orang dewasa, sementara sisa dari total kasus tersebut ditemukan pada anak-anak.
Kondisi ini dipertegas dengan tingginya angka penemuan kasus baru di tengah masyarakat. "Adapun case detection rate (CDR) mencapai 40,21 per 10.000 penduduk, jauh di atas target nasional sebesar lima kasus per 10 ribu penduduk," ujarnya.
Kendala Logistik Obat dan Solusi Deteksi Dini via CKG
Menyikapi tingginya angka penemuan kasus tersebut, Dinas Kesehatan PAPUA SELATAN bergerak cepat untuk memastikan rantai penularan dapat segera diputus. Herlina menjelaskan bahwa pihaknya memastikan setiap pasien yang telah terdiagnosa langsung mendapatkan pengobatan medis yang sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yang berlaku.
Meski demikian, operasional di lapangan tidak terlepas dari hambatan logistik. Hingga saat ini, salah satu hal yang masih menjadi kendala di daerah tersebut adalah proses pendistribusian obat-obatan yang dikirimkan dari pemerintah pusat. Walaupun menghadapi tantangan jalur logistik obat, Pemprov PAPUA SELATAN menegaskan bahwa aspek pelayanan langsung kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh terganggu.
Sebagai langkah preventif dan solutif guna menjaring kasus-kasus tersembunyi, pemerintah daerah mengimbau peran aktif dari warga. Kesadaran masyarakat secara mandiri menjadi kunci penting dalam keberhasilan program eliminasi kusta ini.
"Kami juga mengajak seluruh masyarakat PAPUA SELATAN untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini berbagai penyakit termasuk kusta," tutur Herlina menambahkan.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala di fasilitas kesehatan dinilai menjadi proteksi terbaik. Melalui pemeriksaan kesehatan gratis secara rutin, berbagai jenis penyakit dapat dideteksi sejak dini. Dengan deteksi yang lebih awal, proses penanganan medis secara otomatis dapat berjalan dengan jauh lebih cepat, sehingga peluang kesembuhan bagi para pasien pun akan semakin tinggi.
Sumber: