Dinas Pendidikan Papua Selatan Gembleng Calon Mahasiswa Lewat Pelatihan Bahasa Inggris Intensif
Dongkrak Kesiapan Akademik, Pemprov Papua Selatan Fasilitasi Pelatihan Bahasa Inggris Calon Mahasiswa-Istimewa-
DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Memasuki gerbang perguruan tinggi membawa tantangan tersendiri bagi setiap lulusan sekolah menengah. Selain harus beradaptasi dengan sistem perkuliahan yang mandiri, para calon mahasiswa juga dituntut memiliki kecakapan akademik yang mumpuni agar mampu bersaing di lingkungan kampus yang kompetitif. Salah satu modal krusial yang sering kali menjadi penentu keberhasilan studi di era modern ini adalah penguasaan bahasa internasional.
Menyadari pentingnya aspek tersebut, langkah preventif mulai diambil demi memastikan putra-putri daerah tidak tertinggal saat merantau ke berbagai kota studi. Upaya sistematis perlu dilakukan sejak dini untuk mengikis kesenjangan kompetensi, khususnya dalam hal komunikasi dan pemahaman literatur berbahasa asing yang nantinya akan sering dijumpai di bangku kuliah.
Langkah konkret ini diwujudkan oleh Pemerintah Provinsi PAPUA SELATAN melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Instansi tersebut kini tengah intensif mempersiapkan para calon mahasiswa agar lebih siap secara akademik sebelum menempuh perkuliahan, baik di dalam maupun di luar wilayah Papua. Strategi yang diterapkan adalah melalui program pelatihan bahasa Inggris intensif yang digelar di Salor pada Kamis (18/6/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi PAPUA SELATAN, Ignasius Babaga, mengungkapkan bahwa penguasaan bahasa asing sejauh ini masih menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh sebagian besar pelajar di wilayahnya. Oleh sebab itu, program intervensi ini dirancang secara khusus untuk memberikan bekal konkret sebelum mereka benar-benar memasuki iklim perkuliahan.
"pelatihan bahasa Inggris ini kita siapkan dari sekarang supaya nanti ketika mereka masuk ke perguruan tinggi sudah lebih siap," ujar Ignasius Babaga menjelaskan esensi dari program tersebut.
Ignasius menyatakan, agenda pelatihan bahasa Inggris seperti ini tidak hanya dilaksanakan sekali saja sebagai kegiatan seremonial. Pihaknya berharap program pembekalan ini dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan begitu, setiap lulusan SMA dan SMK di PAPUA SELATAN yang berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bisa memperoleh kesempatan pembekalan yang sama terlebih dahulu.
Menurut Ignasius, pembekalan bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan penting yang mendesak. Melalui penguasaan bahasa yang baik, mahasiswa asal PAPUA SELATAN diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan akademik yang baru serta memiliki daya saing yang jauh lebih baik selama menempuh masa studi mereka.
Mengenai arah kelanjutan studi, untuk sementara waktu program jaminan beasiswa dan pembekalan ini masih diprioritaskan bagi para calon mahasiswa yang akan melanjutkan kuliah di perguruan tinggi dalam negeri. Di sisi lain, untuk program pengiriman mahasiswa ke luar negeri, pemerintah daerah masih menunggu penyelesaian dari program-program serupa yang telah berjalan sebelumnya.
Saat ini, tercatat sekitar 20 peserta tengah fokus mengikuti pelatihan bahasa Inggris intensif di Salor. Dari seluruh peserta yang sedang digembleng tersebut, nantinya akan dilakukan proses seleksi untuk menentukan siapa saja calon mahasiswa yang dinilai siap untuk melanjutkan pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi di luar Papua, di antaranya ke kota Yogyakarta dan Malang.
Sumber: