Gandeng UI dan IT PLN, Pemkab Mappi Siapkan SDM Unggul hingga RSUD Berfasilitas Modern
Membangun Jiwa Wirausaha Sejak Sekolah: Terobosan Budidaya Ayam Petelur dan Digitalisasi di Mappi-Istimewa.-
DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Pemerintah Kabupaten Mappi menunjukkan komitmen serius dalam memacu perubahan wajah daerah melalui visi pembangunan yang lebih komprehensif. Memasuki tahun 2026, arah kebijakan pemerintah setempat mengalami pergeseran strategis yang signifikan. Jika pada tahun sebelumnya konsentrasi pembangunan bertumpu penuh pada sektor pendidikan, kini Pemkab Mappi mulai mengintegrasikan tiga pilar utama: Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi secara beriringan.
Langkah berani ini bukanlah tanpa alasan. Integrasi antar sektor ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam menyiapkan generasi muda asli Papua agar mampu berdiri di atas kaki sendiri. Strategi pembangunan daerah yang terintegrasi ini diharapkan mampu memutus rantai ketergantungan dan membuka keran peluang baru di tengah tantangan zaman yang semakin kompetitif.
Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu, menegaskan bahwa perubahan pola pikir menjadi fondasi utama dalam kebijakan ini. Evaluasi terhadap potensi lokal dan proyeksi masa depan anak-anak daerah menjadi dasar kuat di balik kolaborasi sektor-sektor krusial tersebut.
“Langkah ini diambil sebagai jawaban atas hasil evaluasi mendalam mengenai potensi daerah dan tantangan masa depan anak-anak asli Papua di Kabupaten Mappi,” tutur Bupati Mappi saat diwawancarai pada Kamis (12/3/2026).
Salah satu terobosan nyata dalam Strategi pembangunan daerah tahun ini adalah program budidaya ayam petelur yang melibatkan siswa SMK Negeri 4 Agribisnis Mappi di Distrik Nambioman Bapai. Pilot project ini bukan sekadar aktivitas pertanian biasa, melainkan laboratorium kewirausahaan bagi para siswa.
“Anak-anak asli Papua di Kabupaten Mappi harus mulai dibangun jiwa usahanya. Kami mulai dari SMK di Distrik Nambai dengan ayam petelur. Targetnya, telur ini tidak hanya dikonsumsi warga di Mappi, tetapi juga bersinergi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta bisa didistribusikan ke beberapa Kabupaten terdekat,” jelas Bupati.
Selain sektor ekonomi kreatif, Pemkab Mappi juga melakukan lompatan besar di bidang teknologi dengan menggandeng Universitas Indonesia (UI). Melalui kerja sama ini, sejumlah putra daerah akan dikirim untuk mendalami disiplin ilmu masa depan seperti Teknologi Informasi (IT), pengembangan AI, hingga pembuatan aplikasi. Dukungan UI juga mencakup penyediaan materi Bimbingan Belajar (Bimbel) baik secara daring maupun luring. Di sisi lain, kemitraan dengan Institut Teknologi PLN disiapkan khusus untuk mencetak tenaga ahli di bidang kelistrikan.
Sektor kesehatan pun tak luput dari pembenahan. Hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan memastikan RSUD Mappi akan dikembangkan menjadi fasilitas medis yang lebih mumpuni, lengkap dengan Laboratorium Daerah modern. Pembangunan fisik ini juga diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM melalui beasiswa dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, serta pelatihan intensif bagi perawat dan bidan.
Bupati menegaskan bahwa seluruh skema pembiayaan saat ini tengah difinalisasi agar program-program tersebut dapat berjalan maksimal. Fokus utamanya adalah memastikan putra-putri daerah memiliki daya saing yang kuat di semua jurusan krusial.
“Harapan saya, adik-adik kita minimal 50 sampai 60% bisa terwakili di semua jurusan krusial. Mereka harus memiliki kemampuan agar bisa membuka lapangan kerja, mampu bersaing, dan bisa membangun tanah Mappi,” pungkasnya.
Sumber: