Transformasi SDM Papua Selatan: UNJ dan Pemkab Mappi Perkuat Sinergi Cetak Generasi Emas
Melihat Keberhasilan 100 Putri Mappi di UNJ: Adaptasi Cepat, Prestasi Akademik Membanggakan-Istimewa.-
DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia terus menjadi prioritas strategis. Langkah nyata ini kembali dipertegas melalui pertemuan penting yang berlangsung di Ruang VIP Gedung Rektorat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Rabu, 21 Januari 2026. Pertemuan ini menandai babak baru dalam kolaborasi pendidikan antara UNJ dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mappi, Provinsi Papua Selatan.
Fokus utama dari kunjungan kerja ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program beasiswa yang sedang berjalan, sekaligus mendiskusikan penguatan kerja sama di masa depan. Suasana diskusi berlangsung hangat namun produktif, memperlihatkan komitmen kuat kedua belah pihak untuk mencerdaskan putra-putri daerah asal Mappi agar mampu bersaing di kancah nasional.
Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyambut langsung kehadiran rombongan Pemkab Mappi yang dipimpin oleh Bupati Kristosimus Yohanes Agawemu. Dalam sambutannya, Prof. Komarudin menekankan bahwa kerja sama ini merupakan wujud tanggung jawab moral perguruan tinggi dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di Papua Selatan.
“Ini merupakan kebahagiaan bagi kami. UNJ memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk saudara-saudara kita di wilayah timur Indonesia. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan kualifikasi pendidikan guru, namun juga program-program intensif yang berdampak langsung pada kemajuan masyarakat Mappi,” ujar Prof. Komarudin.
Lebih lanjut, Rektor UNJ menawarkan gagasan strategis mengenai rintisan sekolah unggulan di Mappi. Dengan pengalaman mengelola Labschool yang bereputasi nasional, UNJ menyatakan kesiapannya memberikan pendampingan penuh. Prof. Komarudin juga mendorong agar dampak kerja sama ini disajikan secara komprehensif sehingga bisa menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi UNJ dalam membina mahasiswa asal daerahnya. Ia mengakui bahwa tantangan adaptasi budaya dan karakter memang ada, namun proses pendidikan di UNJ diharapkan mampu membawa perubahan pola pikir yang fundamental.
“Kami berterima kasih kepada UNJ yang telah memberikan ruang dan mendampingi anak-anak kami. Kami menyadari adanya tantangan dalam adaptasi budaya dan karakter, namun kami berharap proses pendidikan di UNJ dapat mengubah pola pikir mereka untuk masa depan Mappi yang lebih baik,” ungkap Kristosimus.
Bupati menegaskan bahwa Pemkab Mappi kini fokus pada pembangunan fundamental pendidikan sejak usia dini. Pihaknya berharap UNJ dapat menjadi pelopor dalam merumuskan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik unik anak-anak asli Papua.
“Kami ingin membentuk anak Mappi cerdas dari dasar. Oleh karena itu, kami meminta bantuan UNJ untuk menyusun konsep ideal sekolah unggulan, mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, hingga standardisasi guru untuk PAUD dan SD di Mappi,” jelas Bupati.
Capaian Akademik dan Program Pendampingan Dalam sesi laporan evaluasi, Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Rahmat Darmawan, memaparkan data yang menggembirakan terkait perkembangan 100 mahasiswi penerima beasiswa. Para mahasiswi yang tersebar di program studi PGSD, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) ini menunjukkan adaptasi yang luar biasa.
Berdasarkan laporan hasil studi Semester 123 tahun akademik 2025, rata-rata IP mahasiswa di Prodi PGSD mencapai angka 3,52. Bahkan, di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, indeks prestasi tertinggi menyentuh angka 3,89.
“Alhamdulillah, hasil studi menunjukkan adaptasi yang luar biasa. Di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Indeks Prestasi (IP) tertinggi mencapai 3,89. Sementara di PGSD, IP tertinggi tercatat di angka 3,82 dengan rata-rata kelas yang sangat kompetitif,” papar Rahmat.
Meskipun menghadapi tantangan pada mata kuliah yang membutuhkan logika matematika dan kepercayaan diri berkomunikasi, UNJ telah menyiapkan strategi khusus. Mulai dari mentor sebaya hingga pendekatan pembelajaran yang adaptif disiapkan agar tidak ada mahasiswa yang tertinggal.
“Kerja sama ini bukan sekadar memberikan gelar sarjana, tetapi mencetak ‘Generasi Emas Mappi Cerdas dan Bermartabat’ yang siap membangun daerahnya,” pungkas Rahmat.
Sumber: