Pemprov Papua Selatan Matangkan Persiapan Pindah Kantor ke Pusat Pemerintahan KTM Salor

Pemprov Papua Selatan Matangkan Persiapan Pindah Kantor ke Pusat Pemerintahan KTM Salor

Menuju KTM Salor, Pemprov Papua Selatan Susun Tahapan Pindah Kantor Secara Bertahap-Istimewa.-

DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Langkah Pemerintah Provinsi Papua Selatan dalam menata pusat pemerintahan terus berlanjut. Seiring kesiapan infrastruktur di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Salor, proses pemindahan aktivitas pemerintahan kini memasuki tahap perencanaan teknis. Perpindahan ini tidak hanya berkaitan dengan gedung, tetapi juga menyangkut kesiapan aparatur, penataan aset, serta penyesuaian ritme kerja birokrasi.

 

Agar proses berjalan tertib dan terkoordinasi, Pemerintah Provinsi Papua Selatan menggelar rapat koordinasi khusus untuk membahas pindah kantor Pemprov Papua Selatan ke pusat pemerintahan baru yang berlokasi di KTM Salor, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke. Rapat tersebut menjadi forum penyamaan persepsi antar pimpinan perangkat daerah menjelang dimulainya aktivitas pemerintahan di lokasi baru.

 

Rapat koordinasi yang diikuti para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Biro di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan itu dipimpin langsung oleh Gubernur Apolo Safanpo. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Kantor Gubernur Papua Selatan, Selasa (30/12/2025).

 

Dalam arahannya, Gubernur Apolo Safanpo menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan kepindahan kantor akan diawali dengan apel perdana, dilanjutkan upacara adat, serta ibadah sekaligus pemberkatan kantor pemerintahan.

 

Menurut gubernur, apel pagi menjadi momentum awal dimulainya aktivitas pemerintahan di pusat pemerintahan baru. Oleh karena itu, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan wajib hadir.

 

“Apel pagi harus dihadiri seluruh OPD yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan pada Senin (5/1/2026) pagi pukul 08.00 WIT sesuai undangan,” katanya.

 

Sebelum apel perdana dilaksanakan, akan digelar upacara adat yang mengikuti tata cara adat istiadat budaya suku Marind, khususnya yang memiliki wilayah adat di kawasan tersebut. Upacara adat ini dijadwalkan dimulai pada Minggu (3/1/2026) malam hingga Senin (5/1/2026) pagi.

 

Setelah rangkaian upacara adat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan apel perdana di halaman Kantor Gubernur Papua Selatan. Usai apel, akan dilaksanakan ibadah sekaligus pemberkatan dan peresmian gedung Kantor Gubernur Papua Selatan, kemudian berlanjut ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Selatan.

 

“Nantinya, pemberkatan diawali dari kantor gubernur lalu dilanjutkan ke kantor DPR Provinsi Papua Selatan,” ujarnya.

 

Gubernur juga menjelaskan bahwa proses pemindahan aset tidak dapat dilakukan sekaligus. Pemindahan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi dan kesiapan ruang kerja. Sebagian aset sementara akan disimpan di Hotel Asmat serta Kantor Badan Keuangan Daerah yang masih kosong.

 

“Jadi, kita pindah secara bertahap, tidak bisa semuanya dipindahkan sekaligus,” kata dia.

 

Untuk memastikan proses berjalan tertib, Gubernur menugaskan Asisten III Setda Papua Selatan, Alberth Rapami, mengatur penyerahan kantor serta pembagian ruangan bagi setiap OPD.

 

Sementara itu, Asisten III Setda Papua Selatan Albert Rapami menyampaikan bahwa saat ini dua kantor telah siap digunakan, yakni Kantor Sekretariat Daerah (Setda) dan Kantor DPRP Papua Selatan. Untuk Kantor Setda, pembagian ruangan telah dilakukan, sementara Badan Keuangan Daerah untuk sementara berkantor di Setda.

 

Ia menambahkan, penyerahan rumah susun (rusun) dan rumah khusus (rusus) juga telah dilaksanakan. Selain itu, tujuh dokumen tahap penyerahan awal telah disiapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Apolo. Terdapat lima OPD yang tidak menggunakan rusus.

Sumber:

Berita Terkait