Kritik Pedas Ferdinandus Kainakaimu: Kepala OPD Harus Kawal Langsung Program Pembangunan dan PAD
Disiplin Jadi Sorotan, Sekda Papua Selatan Minta Pimpinan OPD Berhenti Wariskan Kebiasaan Absen-Istimewa.-
DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan (Rakortekbang) yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah PAPUA SELATAN di Hotel Corein Merauke, Jumat (6/3), menyisakan catatan kritis bagi jalannya roda pemerintahan. Di tengah upaya daerah untuk berlari kencang mengejar ketertinggalan, forum yang seharusnya menjadi wadah krusial bagi penentuan arah kebijakan justru tidak dihadiri oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ketidakhadiran para pemegang kebijakan di level dinas ini menciptakan kekosongan kepemimpinan dalam diskusi-diskusi strategis. Fenomena ini memicu keprihatinan mendalam mengenai sejauh mana komitmen para pimpinan instansi dalam mengawal visi pembangunan yang sedang disusun secara teknis.
Sekretaris Daerah (Sekda) PAPUA SELATAN, Ferdinandus Kainakaimu, secara terbuka memberikan sorotan tajam terhadap fenomena ini. Baginya, kehadiran seorang pimpinan dalam rapat koordinasi teknis bukan sekadar memenuhi undangan protokol, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan administratif terhadap masa depan daerah.
Rendahnya Kesadaran Perencanaan
Dalam arahannya, Ferdinandus secara lugas menyatakan bahwa absennya sejumlah pejabat eselon tersebut merupakan indikator kurangnya pemahaman terhadap pentingnya tahapan perencanaan. Ia menilai Rakortekbang adalah fondasi utama sebelum sebuah kebijakan dieksekusi di lapangan.
“Ketidakhadiran para kepala OPD menandakan tingkat kesadaran rendah. Padahal melalui Rakortekbang ini kita membahas dan menentukan arah pembangunan daerah ke depan,” tegas Ferdinandus.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pimpinan OPD memiliki kewajiban untuk mendampingi serta mengawal langsung para staf yang terlibat dalam penyusunan program. Menurutnya, proses penyusunan pembangunan tidak boleh dilepaskan sepenuhnya kepada bawahan tanpa supervisi dari pucuk pimpinan.
“Pemimpin harus ikut merasakan apa yang dikerjakan. Sebaliknya, jika tidak hadir dalam kegiatan seperti ini, kebiasaan ini selalu terjadi di Papua,” ujarnya dengan nada prihatin.
Teladan Disiplin dan Target PAD
Selain masalah kehadiran fisik, Sekda Ferdinandus juga menggarisbawahi pentingnya budaya tepat waktu. Kedisiplinan pimpinan dinilai sebagai cermin yang akan diikuti oleh para staf di masing-masing instansi. Tanpa keteladanan dari atas, sulit untuk mengharapkan adanya perubahan etos kerja di level bawah.
Tak hanya soal disiplin administratif, ia juga mengingatkan tugas berat yang diemban setiap OPD dalam memperkuat fiskal daerah. Di lingkungan Pemerintah Provinsi PAPUA SELATAN, setiap program kerja tidak boleh hanya sekadar menghabiskan anggaran, tetapi harus memiliki dampak balik terhadap keuangan daerah.
“Setiap program yang disusun oleh masing-masing OPD harus mampu meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” tegasnya.
Mengejar Ketertinggalan
Di akhir penyampaiannya, Ferdinandus mengingatkan bahwa PAPUA SELATAN merupakan daerah yang sedang berakselerasi. Tidak ada ruang untuk bersantai jika ingin sejajar dengan wilayah lain yang sudah lebih dulu maju. Oleh karena itu, efektivitas pengawasan terhadap kinerja staf harus ditingkatkan oleh masing-masing kepala dinas.
“Para kepala OPD harus berupaya mengawasi stafnya dalam bekerja,” tutupnya.
Melalui Rakortekbang ini, diharapkan adanya evaluasi menyeluruh agar koordinasi antar-instansi semakin solid, demi memastikan setiap derap pembangunan di PAPUA SELATAN berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sumber: