Membedah Progres PSN Wanam: Transformasi Logistik dan Infrastruktur di Pesisir Papua Selatan
Wajah Baru Merauke: Sinergi Pemerintah dan Swasta dalam Pembangunan Dermaga hingga Jalan 135 KM-Istimewa.-
DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Lansekap pesisir Wanam di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, kini tak lagi sunyi. Deru alat berat dan aktivitas konstruksi yang masif menjadi pemandangan sehari-hari di wilayah paling selatan Papua ini. Transformasi besar tengah berlangsung melalui pembangunan infrastruktur Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam yang dirancang untuk menjadi urat nadi distribusi logistik dan ketahanan wilayah.
Kawasan yang dahulu terisolasi kini mulai dipenuhi material baja dan jalur-jalur proyek yang membelah rawa. Pembangunan ini bukan sekadar mengejar fisik bangunan, melainkan upaya menciptakan konektivitas yang kuat di tanah Papua. Fokus utama pengerjaan saat ini mencakup fasilitas vital seperti dermaga multipurpose, gudang logistik raksasa, hingga tangki penyimpanan bahan bakar yang akan menopang seluruh aktivitas operasional di kawasan tersebut.
Salah satu infrastruktur paling mencolok adalah dermaga multipurpose yang kini tampak memanjang kokoh ke arah laut. Dermaga ini disiapkan menjadi pintu masuk utama bagi distribusi logistik dalam skala besar. Tidak hanya itu, pembangunan akses darat berupa jalan sepanjang 135 kilometer sedang dikerjakan untuk menghubungkan Wanam secara langsung ke Kota Merauke. Meski saat ini masih digunakan khusus untuk pengangkutan material, jalan ini menjadi harapan baru bagi mobilitas di Papua Selatan.
Di area darat, pembangunan tangki High Speed Diesel (HSD) dan Warehouse Multipurpose menjadi prioritas. Tim Project Wanam, Gawang Kurniawan, menjelaskan bahwa fasilitas ini adalah penopang utama operasional dermaga. Tangki HSD yang berbentuk silinder raksasa dirancang memiliki kapasitas $1 \times 5.000$ meter kubik.
“Target kami untuk HSD Tank selesai di bulan April atau Mei. Kemudian ada Warehouse Multipurpose berkapasitas 50 x 100 meter sebanyak dua unit. Targetnya selesai di pertengahan tahun sekitar Mei atau Juni,” kata Gawang, Rabu (4/2/2026).
Senada dengan hal tersebut, Deputi Manager Project WIKA, Antonius Kurnianto, mengungkapkan bahwa progres pembangunan tangki HSD kini telah menyentuh angka 70%. Pihaknya tengah berfokus menyelesaikan bagian atap dan instalasi perpipaan yang akan menghubungkan tangki langsung ke dermaga.
“Pengerjaan HSD Tank berkapasitas 5.000 ton saat ini progresnya sudah mencapai 70%. Pekerjaan yang tersisa antara lain bagian atap tangki serta fasilitas pipa dan pendukung lainnya,” ujar Antonius. Sementara itu, untuk gudang logistik (warehouse), progresnya berada di angka 59% dengan material yang sudah tersedia lengkap di lapangan.
Meski pengerjaan terus dipacu, tantangan alam Papua tidak bisa diremehkan. Cuaca ekstrem menjadi rintangan utama bagi para pekerja di lapangan. Antonius mengakui bahwa periode Desember hingga Februari adalah masa yang krusial karena angin kencang seringkali menghambat proses pengaturan material dan konstruksi di ketinggian.
Di balik masifnya pembangunan ini, terdapat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, salah satunya keterlibatan Jhonlin Group. Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang akrab disapa Haji Isam, menegaskan bahwa keterlibatannya adalah bentuk pengabdian atas tugas negara demi merealisasikan gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan satu juta hektare lahan produktif.
“Dalam benak saya hanya terlintas bagaimana gagasan Presiden Prabowo Subianto bisa tercapai. Bagaimana pun caranya agar satu juta hektare bisa terealisasi dan berhasil dalam tiga tahun tanpa berpikir untung rugi,” tegas Haji Isam saat memantau kedatangan armada ekskavator di Wanam.
Pemerintah melalui Dansatgas Pangan BKO Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, kembali menegaskan bahwa PSN Wanam adalah program nasional yang sepenuhnya ditujukan bagi kesejahteraan masyarakat, bukan kepentingan kelompok tertentu. Infrastruktur yang dibangun saat ini adalah fondasi bagi masa depan Papua Selatan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Sumber: