DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Keamanan pasokan energi menjadi prioritas utama pemerintah dalam memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, terutama pada periode krusial pasca perayaan hari besar. Menanggapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Dewan Energi Nasional (DEN) bergerak cepat untuk memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kota Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya dalam kondisi aman terkendali.
Langkah proaktif ini diambil guna mengantisipasi dinamika konsumsi masyarakat yang biasanya meningkat tajam selama masa libur Idulfitri. Kepastian mengenai stabilitas stok ini diperoleh setelah jajaran pimpinan terkait melakukan pengecekan langsung ke titik-titik krusial lembaga penyalur di kawasan Sorong pada Jumat (27/3/2026).
Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, bersama Anggota Unsur Pemangku Kepentingan DEN, Johny Jonatan Numberi, serta Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo. Rombongan menyisir berbagai lokasi strategis, mulai dari pangkalan minyak tanah, agen LPG non-subsidi, hingga sejumlah SPBU di wilayah Sorong Pusat untuk melihat kondisi riil distribusi di masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, otoritas memastikan bahwa ketahanan energi di wilayah timur Indonesia tetap tangguh. “Hasil pengecekan menunjukkan stok BBM di regional Papua Maluku, khususnya di Sorong dan Papua Barat Daya dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk saat terjadi lonjakan konsumsi pada masa Idulfitri,” ujar Bambang Hermanto.
Selain menjamin kelancaran stok, BPH Migas juga mempertegas komitmennya dalam memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Langkah ini diambil guna memperketat pengawasan agar penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Di sisi lain, Bambang juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya kesadaran dalam menggunakan energi, mengingat situasi geopolitik global yang dinamis. “Kami mengajak masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi energi yang hemat, seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi berlebihan dan menggunakan BBM sesuai peruntukannya,” tuturnya mengimbau.
Sejalan dengan hal tersebut, Johny Jonatan Numberi dari DEN menekankan bahwa sinergi lintas sektor ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan energi hingga ke pelosok daerah. “Monitoring ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat. Dari hasil pemantauan, kondisi di Papua Barat Daya terpantau aman,” jelas Johny.
Optimisme serupa juga disampaikan oleh pihak Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku. Awan Raharjo memastikan bahwa infrastruktur serta sistem suplai telah dipetakan secara matang sejak masa Ramadan hingga masa pasca-Lebaran. Penambahan pasokan dilakukan secara terukur berdasarkan data kebutuhan di lapangan.
“Stok BBM kami jaga melalui sistem suplai berkelanjutan sehingga tetap stabil. Perbaikan distribusi juga terlihat dari berkurangnya antrean kendaraan di SPBU dalam beberapa waktu terakhir,” ungkap Awan Raharjo menjelaskan kondisi terkini.
Keberhasilan menjaga stabilitas distribusi ini disebut sebagai buah kolaborasi solid antara Pertamina, BPH Migas, kepolisian, hingga dinas perhubungan setempat. Masyarakat Papua Barat Daya pun diimbau untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara wajar sesuai kebutuhan agar stabilitas pasokan tetap terjaga dengan baik.