Bahahas Kedaulatan Pangan hingga PSN Merauke, Ketum PP PMKRI Temui Ketua KWI

Bahahas Kedaulatan Pangan hingga PSN Merauke, Ketum PP PMKRI Temui Ketua KWI

Ketum PP PMKRI Susana Kandaimu Diskusikan Kedaulatan Pangan dan Isu Sosial Bersama Ketua KWI-Istimewa.-

DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Langkah strategis terus diambil oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) dalam mengawal isu-isu krusial di tanah air. Pada Jumat (27/03/2026), Ketua Presidium PP PMKRI periode 2024-2026, Susana Florika Marianti Kandaimu, melakukan kunjungan resmi untuk menemui Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi ruang diskusi intelektual antara aktivis mahasiswa dan pimpinan tertinggi Gereja Katolik di Indonesia. Susana Kandaimu, sosok pemimpin perempuan asal Kabupaten Mappi, PAPUA SELATAN, membawa sejumlah agenda besar yang menjadi fokus pergerakan PMKRI di bawah kepemimpinannya untuk dibahas bersama Ketua KWI.

Dalam keterangannya, Susana Florika Marianti Kandaimu mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya sinkronisasi visi antara organisasi Mahasiswa Katolik dengan pihak KWI terkait berbagai fenomena sosial dan agenda nasional yang sedang berjalan. Diskusi tersebut mencakup rentetan poin penting, mulai dari rencana kegiatan organisasi hingga persoalan mendasar di daerah-daerah konflik sosial maupun area pembangunan infrastruktur skala besar.

Salah satu poin utama yang disampaikan adalah rencana penyelenggaraan Konferensi Studi Nasional (KSN) PP PMKRI periode 2024-2026. Kegiatan besar ini dijadwalkan akan berlangsung pada bulan April 2026 mendatang. Adapun tema besar yang diangkat dalam KSN tersebut adalah mengenai kedaulatan pangan nasional, sebuah isu yang dinilai sangat relevan dengan tantangan global maupun domestik saat ini.

Tidak hanya soal agenda internal, Kandaimu juga menyoroti kondisi riil di tengah masyarakat. PMKRI menaruh perhatian serius terhadap dinamika sosial yang terjadi di berbagai wilayah, termasuk di wilayah Sumatra. Isu-isu kerakyatan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari diskusi panjang bersama Mgr. Antonius Subianto Bunjamin.

“Kami juga diskusi tentang kondisi sosial masyarakat seperti Sumatra,” ungkap Kandaimu saat menjelaskan cakupan pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Lebih lanjut, topik diskusi menyentuh persoalan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang saat ini tengah bergulir di Kabupaten Merauke. Sebagai putra daerah PAPUA SELATAN, Kandaimu memberikan catatan kritis dan konstruktif bahwa pembangunan infrastruktur maupun ketahanan pangan tidak boleh mengabaikan aspek ekologis dan keberlanjutan.

Bagi Kandaimu, konsep pembangunan kedaulatan pangan nasional harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai moral dan spiritualitas Gereja. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional harus selaras dengan semangat ensiklik Laudato Si’ (Bumi Menjadi Rumah Bersama), yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan hidup sebagai rumah bagi semua makhluk.

Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat peran PMKRI sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya kritis dalam isu politik, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keutuhan ciptaan sesuai dengan ajaran sosial Gereja.

Sumber: