Perkuat Fondasi Bangsa dari Kampung, Edoardus Kaize Tanamkan Empat Pilar di Merauke

Perkuat Fondasi Bangsa dari Kampung, Edoardus Kaize Tanamkan Empat Pilar di Merauke

Misi Kebangsaan di Distrik Malind-Istimewa.-

DISWAY.ID PAPUA SELATANPembangunan sebuah bangsa yang besar seringkali dilihat dari kemegahan infrastruktur di kota-kota besar. Namun, bagi Edoardus Kaize, S.S., Anggota Komisi IV DPR RI dari Daerah Pemilihan PAPUA SELATAN, kekuatan sejati Indonesia justru terletak pada unit terkecilnya, yaitu kampung. Di sanalah detak jantung persatuan dimulai, di mana nilai-nilai luhur diwariskan dan kerukunan antarwarga menjadi napas kehidupan sehari-hari.

Sebagai putra asli PAPUA SELATAN, Edoardus memahami benar bahwa tanpa masyarakat yang solid di tingkat akar rumput, narasi persatuan nasional akan sulit terwujud secara nyata. Hal inilah yang mendorongnya untuk turun langsung ke lapangan, menyapa warga, dan mengingatkan kembali akan identitas bangsa di tengah arus perubahan zaman. Baginya, ketahanan nasional bukan sekadar urusan militer atau politik, melainkan kemauan kolektif warga untuk saling menghargai.

Dalam kunjungannya ke Kampung Inggari, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, suasana kekeluargaan tampak begitu kental. Sosialisasi yang digelar pada Rabu (21/1/2026) ini bukan sekadar pertemuan formal antara pejabat dan konstituennya, melainkan ruang dialog interaktif yang melibatkan aparat kampung, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga pemuda.

Kampung Sebagai Pilar Utama Bangsa Edoardus menegaskan bahwa masyarakat yang tinggal di kampung-kampung adalah fondasi utama yang menyangga berdirinya negara. Kedamaian di tingkat lokal akan berdampak langsung pada stabilitas nasional.

"Masyarakat adalah fondasi bangsa. Jika kehidupan di kampung berjalan rukun dan saling menghargai, maka persatuan Indonesia akan tetap kokoh dari Malind hingga ke seluruh Nusantara," tegas Edoardus Kaize dalam sosialisasinya.

Dalam kesempatan tersebut, ia membedah kembali urgensi Empat Pilar MPR RI sebagai kompas kehidupan berbangsa. Keempat pilar tersebut mencakup:

  • Pancasila: Sebagai dasar sekaligus ideologi negara.

  • UUD 1945: Sebagai konstitusi yang mengatur tatanan negara.

  • NKRI: Sebagai bentuk final negara Indonesia.

  • Bhinneka Tunggal Ika: Semboyan yang mengikat keberagaman menjadi satu kesatuan.

Integrasi Adat dan Nilai Kebangsaan Menurut Edoardus, masyarakat di Distrik Malind sebenarnya sudah memiliki "modal sosial" yang luar biasa berupa solidaritas dan penghormatan tinggi terhadap hukum adat. Tantangannya adalah bagaimana memadukan nilai-nilai adat tersebut dengan prinsip kebangsaan agar tercipta kehidupan sosial yang harmonis dan damai.

"Nilai-nilai kebangsaan ini harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara kita bermusyawarah, menyelesaikan masalah, hingga menjaga hubungan antarwarga di kampung," tambahnya.

Pesan untuk Generasi Muda Berbeda dengan pendekatan sosialisasi pada umumnya, di Kampung Inggari Edoardus lebih menyoroti pentingnya peran keluarga. Ia mendorong para orang tua dan tokoh adat untuk tidak lelah menjadi teladan bagi anak muda. Menurutnya, penanaman nilai toleransi dan cinta tanah air harus dimulai sejak dini di dalam rumah dan komunitas terdekat.

Dengan pemahaman yang mendalam terhadap peran strategis masyarakat kampung, diharapkan PAPUA SELATAN dapat terus menjadi contoh daerah yang damai, di mana keberlanjutan sosial terjaga melalui pemahaman kebangsaan yang kuat dan mengakar.

Sumber:

Berita Terkait