Transformasi Ekonomi Papua Selatan: Proyek Gula Terintegrasi Targetkan 20 Ribu Tenaga Kerja

Transformasi Ekonomi Papua Selatan: Proyek Gula Terintegrasi Targetkan 20 Ribu Tenaga Kerja

Investasi Tebu Merauke Serap Ribuan Pekerja: Dari Pemulung Hingga Tenaga Ahli-Istimewa.-

DISWAY.ID PAPUA SELATANKehadiran sektor industri besar di wilayah timur Indonesia kini mulai menunjukkan dampak nyata bagi penguatan ekonomi kerakyatan. Pemerintah Provinsi PAPUA SELATAN secara konsisten mengawal jalannya investasi perkebunan tebu terintegrasi di Kabupaten Merauke. Proyek strategis ini tidak hanya dirancang sebagai pusat produksi komoditas nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak utama dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal secara luas.

Hingga memasuki April 2026, geliat aktivitas di lahan perkebunan telah memberikan peluang baru bagi ribuan pencari kerja. Salah satu aspek yang menonjol dari proyek ini adalah keberanian pemerintah dan investor untuk menerapkan kebijakan inklusif. Artinya, peluang kerja dibuka lebar bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya berada di kelompok ekonomi rentan.

Langkah konkret ini terlihat dari sinergi antara Pemerintah Provinsi PAPUA SELATAN dan Pemerintah Kabupaten Merauke dalam mendata warga yang sebelumnya berprofesi sebagai pemulung. Para warga tersebut kini mendapatkan kesempatan untuk bertransformasi menjadi karyawan tetap, sebuah transisi yang diharapkan mampu mengangkat taraf hidup keluarga mereka secara signifikan dan berkelanjutan.

Gubernur PAPUA SELATAN, Apolo Safanpo, mengungkapkan bahwa proses perekrutan dilakukan secara terukur dan bertahap mengikuti dinamika operasional di lapangan. Skema yang diterapkan pun cukup komprehensif, mencakup tenaga kerja tidak terampil (unskilled) hingga tenaga ahli yang memiliki spesialisasi khusus.

"Sekarang ini sudah menyerap 2.800 tenaga kerja. Untuk yang unskill, yakni mereka yang tidak sekolah atau hanya tamat SD/SMP, mendapatkan penghasilan Rp4.500.000 per bulan. Mereka juga disediakan fasilitas makan, minum, hingga mess oleh perusahaan," ujar Gubernur Apolo Safanpo saat memberikan keterangan di Merauke, Rabu (22/4).

Selain memberikan upah yang kompetitif, perusahaan juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pusat pendidikan dan pelatihan (diklat) internal. Setiap bulannya, terdapat 150 orang yang direkrut secara rutin untuk menjalani pelatihan intensif. Fokus utamanya adalah penguasaan teknologi industri dan pengoperasian mesin-mesin modern.

"Perusahaan memiliki diklat sendiri untuk melatih cara mengoperasikan mesin-mesin industri. Kita harapkan tenaga kerja lokal dilatih terlebih dahulu sebelum diterjunkan ke lapangan," tambah Apolo.

Melihat skala investasi yang mencapai angka fantastis yakni Rp100 triliun, potensi ekonomi yang tercipta memang sangat besar. Konsorsium yang terdiri dari sepuluh perusahaan ini akan menggarap ekosistem industri tebu yang terintegrasi dengan produksi gula, bioetanol, hingga biomassa untuk energi listrik. Saat ini, dua perusahaan yakni PT Global Papua Abadi dan PT Murni Nusantara Mandiri telah memulai operasional awal di lahan seluas ribuan hektare.

Target besar telah ditetapkan. Jika saat ini baru terserap ribuan orang, Gubernur memproyeksikan angka tersebut akan melonjak hingga 20.000 tenaga kerja saat pabrik pengolahan beroperasi penuh. Dengan jadwal panen dan penggilingan perdana pada pertengahan 2027, investasi tebu ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi kemandirian ekonomi di Bumi Cenderawasih.

Sumber:

Berita Terkait