Waspada Cuaca Ekstrem Arus Balik Lebaran 2026: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Berbagai Wilayah
Panduan Mudik Aman: Cek Daftar Wilayah Berpotensi Hujan dan Angin Kencang Selama Arus Balik 2026-Istimewa.-
DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Pergerakan masyarakat pada momen arus balik Idulfitri 1447 H diperkirakan akan menghadapi tantangan alam yang cukup signifikan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis laporan terbaru mengenai kondisi atmosfer yang akan menyelimuti wilayah nusantara sepanjang periode 24 hingga 30 Maret 2026. Laporan ini menjadi krusial mengingat jutaan orang akan melakukan perjalanan jauh menuju kota asal mereka.
Secara garis besar, cuaca di Indonesia selama sepekan ke depan akan didominasi oleh guyuran hujan. Meski intensitasnya diprediksi berada pada skala ringan hingga sedang, BMKG memberikan catatan khusus bagi beberapa titik yang memiliki risiko tinggi mengalami cuaca ekstrem. Fenomena ini tidak hanya mencakup hujan lebat, tetapi juga ancaman kilat dan angin kencang yang dapat memengaruhi keselamatan berkendara.
Untuk periode awal arus balik, tepatnya pada 24–26 Maret 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat membayangi wilayah Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, hingga kawasan Jawa seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat juga masuk dalam daftar waspada peningkatan curah hujan.
Kondisi serupa tidak luput melanda wilayah tengah dan timur Indonesia. Sebagaimana dirilis dalam situs resmi BMKG pada Selasa (24/3), potensi hujan lebat juga berpeluang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta Maluku.
"Selain itu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Selain curah hujan, ancaman angin kencang menjadi poin penting dalam peringatan dini ini. Wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga sebagian besar wilayah Papua dan Maluku perlu meningkatkan kewaspadaan ekstra. Khusus untuk Lampung, Banten, dan Papua Pegunungan, BMKG memperingatkan adanya risiko hujan lebat yang bisa disertai petir.
Memasuki fase kedua pada 27–30 Maret 2026, kondisi cuaca diprediksi belum banyak berubah. Peningkatan curah hujan justru diprediksi meluas ke wilayah Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, hingga Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Untuk intensitas hujan yang sangat lebat, BMKG menyoroti wilayah Papua Pegunungan dan Papua Selatan sebagai daerah yang paling rentan di akhir periode Maret ini.
Dengan adanya prakiraan ini, masyarakat yang tengah merencanakan atau sedang dalam perjalanan arus balik sangat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini. Persiapan fisik kendaraan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan atau pohon tumbang akibat angin kencang menjadi kunci kelancaran perjalanan pulang ke kampung halaman.
Sumber: