Mappi Menuju Terang: Strategi Pemprov Papua Selatan Perluas Akses Listrik di Wilayah Pedalaman

Mappi Menuju Terang: Strategi Pemprov Papua Selatan Perluas Akses Listrik di Wilayah Pedalaman

Pemerataan Energi di Papua Selatan: Fokus Pembangunan Fisik Kabupaten Mappi Melalui Sisa Anggaran APBD-Istimewa.-

DISWAY.ID PAPUA SELATANKehidupan di wilayah pedalaman seringkali terbentur pada keterbatasan akses yang mendasar. Bagi masyarakat di ujung selatan Papua, ketersediaan infrastruktur bukan sekadar soal kemudahan mobilitas, melainkan tentang martabat dan kualitas hidup yang setara dengan wilayah perkotaan. Salah satu tantangan terbesar yang masih membayangi adalah gelapnya malam di perkampungan akibat belum meratanya pasokan energi listrik.

Menyadari kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) PAPUA SELATAN terus bergerak untuk menghapus sekat-sekat kegelapan tersebut. Komitmen ini diwujudkan melalui upaya serius dalam memeratakan akses energi hingga ke titik-titik terjauh. Harapannya, dengan masuknya aliran listrik, denyut nadi kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan hingga kesehatan, dapat berdetak lebih kencang dan produktif.

Langkah nyata ini kini diarahkan menuju Kabupaten Mappi. Setelah sebelumnya sukses menginisiasi gerakan serupa di Kabupaten Boven Digoel, pemerintah provinsi memastikan bahwa estafet pembangunan sektor energi akan segera menyentuh Bumi Sejuta Rawa tersebut.

Fokus Pembangunan di Distrik Haju

Wakil Gubernur PAPUA SELATAN, Paskalis Imadawa, secara resmi mengumumkan bahwa "Program Kampung Terang" akan menjadi agenda prioritas yang dihadirkan di Kabupaten Mappi pada tahun anggaran 2026. Fokus utama dari program ini adalah menjawab keresahan warga di 19 kampung yang tersebar di wilayah Distrik Haju.

Selama ini, Distrik Haju sebenarnya telah memiliki modal dasar pembangunan berupa fasilitas kesehatan dan sekolah dasar. Namun, potensi layanan publik tersebut tidak dapat berjalan optimal karena ketiadaan pasokan listrik yang memadai. Begitu pula dengan kegiatan ekonomi warga yang cenderung mandek ketika matahari terbenam.

"Kami akan memberi perhatian lebih kepada Kabupaten Mappi tahun ini, di mana Program Kampung Terang akan dilaksanakan pada 2026," tegas Wakil Gubernur Paskalis Imadawa.

Optimalisasi Anggaran di Tengah Keterbatasan

Dalam penjelasannya mengenai peta jalan pembangunan daerah, Paskalis memaparkan kondisi fiskal yang dihadapi pemerintah. Dari total APBD PAPUA SELATAN yang mencapai angka lebih dari Rp900 miliar, sebagian besar anggaran memang terserap untuk kebutuhan belanja pegawai.

Meski demikian, keterbatasan ruang fiskal tersebut tidak menyurutkan langkah pemerintah untuk tetap melakukan pembangunan fisik. Pemprov PAPUA SELATAN masih mengantongi dana sisa sekitar Rp200 miliar yang dialokasikan khusus untuk didistribusikan ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dana inilah yang kemudian dikelola untuk membiayai layanan dasar dan proyek fisik yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, termasuk sektor kelistrikan. Prioritas utama tahun ini adalah memastikan bahwa infrastruktur energi dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum pernah tersentuh cahaya lampu di malam hari.

Harapan Baru untuk Layanan Publik

Hadirnya Program Kampung Terang di tahun 2026 nanti diharapkan menjadi titik balik bagi kemajuan Kabupaten Mappi. Dengan adanya listrik, para tenaga medis di puskesmas maupun guru-guru di sekolah dasar di Distrik Haju dapat menjalankan tugas mereka dengan lebih maksimal.

Integrasi antara ketersediaan gedung fasilitas publik dan pasokan energi menjadi kunci utama agar pelayanan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Stabilitas energi bukan hanya soal penerangan, tetapi merupakan penggerak utama bagi transformasi sosial dan ekonomi di pedalaman PAPUA SELATAN.

Sumber:

Berita Terkait