Mendesain Masa Depan Ekonomi: Pemprov Papua Selatan Perkuat Akses Keuangan Melalui TPAKD
Bukan Sekadar Forum Koordinasi, TPAKD Papua Selatan Siap Dorong Sektor Pertanian dan Perikanan-Istimewa.-
DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Membangun fondasi ekonomi di sebuah provinsi baru bukanlah perkara mudah. Diperlukan visi yang tajam serta instrumen kebijakan yang mampu menyentuh hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Kesadaran inilah yang mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) PAPUA SELATAN untuk bergerak cepat dengan membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Langkah formal ini dikukuhkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur PAPUA SELATAN Nomor: 265/VII/2024. Kehadiran TPAKD bukan sekadar pemenuhan aspek administratif, melainkan sebuah strategi besar untuk memperkuat sistem ekonomi daerah melalui perimbangan dan peningkatan akses layanan keuangan yang selama ini mungkin masih sulit dijangkau oleh sebagian masyarakat.
Momentum penguatan ekonomi ini terlihat jelas saat diadakannya rapat pleno TPAKD di Hotel Halogen Merauke pada Kamis (5/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) PAPUA SELATAN, Ferdinandus Kainakaimu, menekankan bahwa forum-forum diskusi seperti ini merupakan wadah krusial untuk melahirkan gagasan besar bagi masa depan wilayah paling selatan di Tanah Papua tersebut.
“Melalui pertemuan-pertemuan seperti ini kita akan menggagas hal-hal penting di PAPUA SELATAN terutama di bidang ekonomi,” ujar Sekda Ferdinandus Kainakaimu saat membuka rapat tersebut secara resmi.
Mendesain Ekonomi Sesuai Karakter Wilayah
Dalam pandangannya, sektor ekonomi sering kali dianggap sebagai urusan yang sederhana atau sepele oleh sebagian pihak. Padahal, menurut Ferdinandus, sektor inilah yang akan menentukan wajah dan masa depan PAPUA SELATAN. Ia mengingatkan bahwa sebagai provinsi baru, sangat penting untuk mendesain pola ekonomi yang benar-benar sesuai dengan karakter dan kearifan wilayah setempat.
TPAKD diposisikan bukan hanya sebagai forum koordinasi antarinstansi. Lebih dari itu, tim ini merupakan instrumen kebijakan daerah yang memiliki tugas berat: memperluas inklusi keuangan, meningkatkan kapasitas ekonomi lokal, hingga mempercepat pembiayaan pada sektor-sektor produktif.
“TPAKD bukan sekadar forum koordinasi melainkan instrumen kebijakan daerah guna memperluas inklusi keuangan masyarakat, meningkatkan kapasitas ekonomi lokal, mempercepat pembiayaan sektor produktif serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” tegasnya.
Menjawab Tantangan di Wilayah Terpencil
Potensi PAPUA SELATAN memang sangat menjanjikan, terutama pada sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan perdagangan. Namun, potensi besar tersebut masih terganjal oleh tantangan klasik seperti keterbatasan akses fisik, rendahnya literasi keuangan, hingga jangkauan layanan perbankan yang belum merata.
Sekda menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa hanya diletakkan di pundak pemerintah semata. Diperlukan kontribusi nyata dari sektor korporasi dan perbankan untuk ikut ambil bagian dalam memperluas jangkauan layanan mereka. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota seperti Merauke, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di wilayah terpencil.
Keberadaan TPAKD diharapkan mampu memastikan bahwa setiap warga PAPUA SELATAN, di mana pun mereka berada, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses pembiayaan yang layak. Dengan ketahanan ekonomi yang kuat, provinsi baru ini optimis dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang mandiri dan bermartabat.
Sumber: