Jembatan Udara Papua Selatan Kembali Hidup: Bandara Manggelum Siap Layani Masyarakat

Jembatan Udara Papua Selatan Kembali Hidup: Bandara Manggelum Siap Layani Masyarakat

Bangkit dari Gangguan Keamanan: 11 Bandara Perintis Papua Termasuk Manggelum Siap Beroperasi-Istimewa.-

DISWAY.ID PAPUA SELATANDi tengah bentang alam PAPUA SELATAN yang menantang, keberadaan bandara perintis bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan urat nadi kehidupan. Bagi warga di Kabupaten Boven Digoel, jalur udara adalah akses utama untuk memutus keterisolasian, mempercepat distribusi bahan pokok, hingga mobilitas kesehatan. Sempat mengalami masa vakum, kini kabar baik datang dari ufuk timur. Bandara Manggelum tengah dipersiapkan untuk kembali mengepakkan sayap pelayanannya bagi masyarakat luas.

Persiapan ini tidak main-main. Langkah nyata diambil oleh jajaran petinggi militer untuk memastikan setiap aspek teknis dan keamanan berada pada level tertinggi sebelum pesawat-pesawat kembali mendarat. Fokus utamanya adalah mengembalikan fungsi jembatan udara yang selama ini menjadi sandaran logistik di wilayah terpencil tersebut.

Proses peninjauan langsung telah dilakukan guna memastikan bahwa standar keselamatan penerbangan tidak ditawar sedikit pun. Kehadiran para petinggi TNI di lapangan menandakan komitmen kuat untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah kedaulatan NKRI, khususnya di titik-titik vital seperti bandara perintis.

Audit Kelaikan dan Penguatan Personel

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen Bambang Trisnohadi, turun langsung meninjau kesiapan Bandara Manggelum pada Senin (3/2). Dalam kunjungan tersebut, pemeriksaan menyeluruh dilakukan terhadap infrastruktur inti bandara.

“Peninjauan difokuskan pada penilaian kelaikan landasan dan fasilitas pendukung penerbangan guna memastikan standar keselamatan terpenuhi,” tulis siaran pers Dinas Penerangan TNI AU (Dispenau) pada Rabu (4/3).

Tak hanya soal aspal landasan, aspek manusia di balik operasional bandara juga menjadi perhatian utama. Letjen Bambang yang didampingi oleh Pangkodau III Marsda Azhar Aditama, menyambangi pos Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) di kompleks bandara. Personel Pasgat disiapkan untuk mengawal berbagai fungsi krusial, mulai dari pelayanan lalu lintas udara, meteorologi, hingga aviation security.

Pulihnya Kondusivitas di 11 Bandara Perintis

Rencana pembukaan kembali Bandara Manggelum adalah bagian dari gerakan besar pemulihan infrastruktur udara di Papua. Sebelumnya, gangguan dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) sempat menghambat operasional di beberapa titik. Namun, berkat penjagaan ketat, situasi kini dinyatakan telah terkendali.

Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kaskogabwilhan III), Marsda Joko Sugeng Sriyanto, memberikan optimisme serupa. Ia menyatakan bahwa ada 11 bandara perintis di Papua yang kini dalam posisi siap untuk beroperasi kembali.

“Mudah-mudahan akan segera dibuka. Mengingat kondusivitas 11 bandara perintis yang sebelumnya ditutup pascagangguan KKB (OPM) kini telah pulih dan dijaga ketat 24 jam oleh pasukan TNI,” ujar Joko setelah sebelumnya melakukan peninjauan di Bandara Kapiraya, Deiyai.

Dampak Nyata bagi Mobilitas dan Logistik

Dengan dioperasikannya kembali Bandara Manggelum secara optimal, diharapkan roda ekonomi di Boven Digoel dan sekitarnya dapat berputar lebih cepat. Kehadiran personel TNI yang berjaga 24 jam memberikan rasa aman bagi maskapai penerbangan perintis untuk kembali melayani rute-rute terpencil.

Pemulihan fungsi bandara ini adalah jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat akan distribusi logistik yang stabil. Ketika jembatan udara kembali berfungsi, harapan untuk PAPUA SELATAN yang lebih maju dan terkoneksi bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang segera terwujud.

Sumber:

Berita Terkait