Arifah Fauzi Dorong Kolaborasi untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Papua Selatan

Arifah Fauzi Dorong Kolaborasi untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Papua Selatan

Arifah Fauzi: Komitmen Bersama Kunci Pemberdayaan Perempuan dan Anak Papua Selatan--Istimewa.

DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mempercepat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di PAPUA SELATAN.

“Sinergi, kolaborasi pemangku kepentingan terkait yang dibarengi dengan komitmen tinggi harus terus diupayakan dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di PAPUA SELATAN,” kata Arifah Fauzi dalam keterangannya, Selasa (26/8/2025).

Pernyataan ini disampaikan saat rapat koordinasi yang melibatkan Gubernur PAPUA SELATAN, Wakil Bupati Merauke, Forkopimda, dan Pokja Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP).

Arifah menekankan perlunya penguatan layanan perlindungan perempuan dan anak, menekan angka perkawinan anak, serta memastikan kebijakan daerah berpihak pada kelompok rentan.

Menurut data Simfoni PPA, pada 2024 terdapat 106 kasus kekerasan di Kabupaten Merauke. Namun, Arifah mengingatkan bahwa angka tersebut kemungkinan hanya puncak fenomena gunung es.

Untuk mengatasi persoalan ini, ia mendorong penguatan Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang menjadi bagian dari Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA/KRPPA).

RBI adalah wadah kolaborasi akar rumput yang dapat memperkuat peran komunitas, memberikan edukasi kesetaraan, dan menjadi ruang pemulihan bagi perempuan serta anak korban kekerasan,” ujarnya.

Berdasarkan data BPS 2024, PAPUA SELATAN memiliki 542.075 jiwa penduduk, dengan 268.327 perempuan dan 153.945 anak-anak. Meski begitu, Indeks Pembangunan Gender (IPG) masih di angka 83,76, di bawah rata-rata nasional. Tingkat perkawinan anak juga tercatat cukup tinggi, yakni 14,4 persen.

 

Arifah menegaskan, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan harus bekerja lebih keras untuk mewujudkan Papua Selatan yang inklusif dan ramah perempuan serta anak.

Sumber: