Pemprov Papua Selatan Tekankan Pendidikan Karakter dan Mental Generasi Muda

Selasa 04-08-2026,16:51 WIB
Reporter : Aries setianto
Editor : Aries setianto

DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Dunia pendidikan hari ini sering kali terjebak dalam perlombaan mencetak generasi yang cerdas secara intelektual. Penguasaan ilmu pengetahuan, adaptasi teknologi, hingga pengasahan keterampilan teknis seolah menjadi tolok ukur tunggal keberhasilan sebuah lembaga pendidikan. Namun, di tengah derasnya arus modernisasi, ada satu fondasi krusial yang tidak boleh terabaikan, yaitu pembentukan mental dan karakter peserta didik.

Pendidikan yang ideal seharusnya tidak sekadar mencetak manusia cerdas yang terampil di atas kertas, tetapi juga melahirkan individu berkepribadian matang. Tanpa pijakan moral yang kokoh, penguasaan teknologi setinggi apa pun berisiko kehilangan arah. Berdasarkan pemikiran inilah, arah kebijakan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia terus diarahkan agar mencakup dimensi yang lebih luas, menyatukan antara kemampuan akademis dan ketahanan spiritual.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menekankan pentingnya pendidikan karakter demi membentuk moral, akhlak mulia, serta integritas peserta didik sebagai fondasi generasi unggul. Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa pembangunan manusia di daerah tidak hanya berfokus pada capaian fisik atau angka semata, melainkan pada kualitas kepribadian para penerus bangsa.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Senin, mengatakan bahwa secara umum terdapat dua tujuan utama penyelenggaraan pendidikan di semua jenjang, yakni membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kedua, penyelenggaraan pendidikan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan atau yang kerap disebut sebagai pendidikan vokasi dan keterampilan," ujarnya.

Menurut Safanpo, ilmu pengetahuan, teknologi, serta keterampilan tersebut merupakan bagian dari kompetensi, sehingga seluruh lembaga pendidikan terus berupaya mengejarnya. Kehadiran sekolah umum maupun sekolah berbasis keagamaan memiliki peran yang sama pentingnya dalam mencapai visi besar ini.

"Pendidikan yang diselenggarakan lembaga keagamaan juga selaras dengan tujuan pembangunan nasional di bidang pendidikan," ujarnya.

Integritas dan Amanah: Syarat Mutlak Seorang Pemimpin

Melengkapi aspek kompetensi teknis, sisi kepemimpinan menjadi perhatian utama dalam proses belajar-mengajar. Sejarah panjang perkembangan masyarakat membuktikan bahwa kepintaran saja belum cukup untuk menjadikan seseorang sebagai figur yang dipercaya dan diteladani.

Ia menjelaskan, sepanjang peradaban manusia, seseorang dipercaya menjadi pemimpin bukan sekadar karena kepintaran, keterampilan, atau penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan karena memiliki amanah, integritas untuk berlaku adil, disiplin, serta menghormati orang lain.

Kualitas-kualitas intrinsik inilah yang ditempa melalui proses pembelajaran yang menekankan pada nilai-nilai moral. Hasil akhir dari sistem pendidikan yang sehat adalah lahirnya lulusan yang tidak hanya siap masuk ke dunia kerja, tetapi juga adaptif dan membawa dampak positif bagi sekitarnya.

Dia menambahkan pendidikan yang baik harus mampu mengantarkan generasi muda memperoleh pekerjaan yang layak, memiliki daya saing, serta mampu berkontribusi dimanapun peserta didik berada.

"Selain pembentukan karakter, kami juga mengingatkan pentingnya pembangunan mental dan spiritual peserta didik sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi unggul," katanya lagi.

Kategori :

Terpopuler