DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Pembangunan sebuah daerah sejatinya tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik yang menjulang, namun dari seberapa besar investasi yang ditanamkan pada kualitas manusia di dalamnya. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Mappi kini tengah menancapkan fondasi yang kuat bagi masa depan melalui sebuah gerakan masif bertajuk Program 1000 Sarjana.
Program ini bukan sekadar bantuan pendidikan biasa atau agenda seremonial tahunan. Di bawah arahan langsung Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu, inisiatif ini dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan dan etos kerja yang tangguh.
Sebagai bagian dari implementasi nyata, penutupan Bootcamp Mahasiswa Mappi Batch I baru saja digelar di Aula PKM Universitas Musamus. Acara ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengawal para mahasiswa asal Mappi agar memiliki kapasitas yang mumpuni sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia profesional dan pengabdian masyarakat.
Dalam kegiatan bootcamp tersebut, ratusan mahasiswa dibekali dengan berbagai keterampilan penting, mulai dari penguatan mental, motivasi belajar, manajemen diri, hingga wawasan kebangsaan. Hal ini dilakukan agar para lulusan kelak tidak hanya membawa pulang ijazah, tetapi juga menjadi agen perubahan yang siap membangun tanah kelahirannya.
Langkah progresif ini mendapat apresiasi tinggi dari Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, S.Pd., M.Sc. Saat menghadiri penutupan kegiatan tersebut, ia menegaskan bahwa keberanian Pemerintah Kabupaten Mappi dalam memprioritaskan sektor pendidikan adalah kunci kemajuan daerah di masa depan.
“Daerah yang ingin maju harus serius menyiapkan generasi mudanya. Program seperti ‘1000 Sarjana’ ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada anak-anak asli daerah agar kelak kembali dan membangun tanahnya sendiri,” tegas Ferdinandus.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi, Maria Goreti Letsoin, mengungkapkan bahwa Program 1000 Sarjana lahir dari sebuah permenungan panjang sang Bupati mengenai keterbatasan akses dan kualitas pendidikan di wilayahnya. Menurutnya, gagasan ini sudah ada sejak periode pertama kepemimpinan Bupati Kristosimus dan kini semakin dipertajam sebagai respons atas dinamika terbentuknya Provinsi Papua Selatan.
Kebutuhan akan tenaga profesional di berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan hingga pelayanan publik, menjadi alasan kuat mengapa penguatan kapasitas mahasiswa lokal menjadi prioritas utama. Maria menekankan bahwa tanpa persiapan yang matang, generasi muda lokal akan sulit mengambil peran strategis dalam pembangunan provinsi baru ini.
“Kita harus siapkan generasi muda Mappi agar bisa mengambil peran di berbagai bidang penting dalam pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik,” ujar Maria Goreti Letsoin.
Keberhasilan pelaksanaan bootcamp perdana ini diharapkan menjadi fondasi awal dari pola pembinaan mahasiswa yang terstruktur. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Program 1000 Sarjana kini menjadi harapan baru bagi kemajuan kualitas hidup masyarakat Mappi dan sekitarnya.