Dinas Pendidikan Mappi Siap Sambut Program Makan Bergizi Gratis: Tekankan Sosialisasi dan SOP

Senin 02-03-2026,16:13 WIB
Reporter : Aries setianto
Editor : Aries setianto

DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Kehadiran program strategis nasional kini mulai merambah ke berbagai pelosok negeri, termasuk di Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi para peserta didik. Program ini tidak hanya dipandang sebagai upaya pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi harapan baru bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat sekolah.

Menanggapi rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Mappi melalui Dinas Pendidikan mulai menyusun langkah-langkah strategis agar pelaksanaan di lapangan nantinya berjalan tanpa hambatan. Fokus utama saat ini terletak pada bagaimana program pusat ini dapat diterima dengan baik oleh lingkungan pendidikan dan masyarakat luas, khususnya para orang tua murid.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi, Dra. Maria Goreti Letsoin, M.Pd., menyampaikan pandangan positifnya terhadap inisiatif ini. Namun, ia memberikan catatan penting mengenai tahapan awal yang harus ditempuh sebelum program benar-benar digulirkan secara masif.

“Terkait kehadiran Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mappi, pada dasarnya kami merespon baik, tapi harus disosialisasikan kepada orangtua murid terlebih dahulu,” ungkap Maria Goreti, Jumat (27/2/2026).

Standar Operasional dan Pemanfaatan Potensi Lokal Selain aspek sosialisasi, Maria menekankan bahwa operasional dapur MBG di sekolah-sekolah harus berjalan dengan ketat. Hal ini mencakup kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan. Baginya, kualitas gizi dan kebersihan adalah harga mati dalam melayani kebutuhan nutrisi siswa.

Lebih jauh, ia melihat adanya peluang besar untuk mengintegrasikan program ini dengan kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Mappi. Penggunaan bahan pangan dari lingkungan sekitar dinilai akan memberikan dampak ganda bagi daerah.

“Pemanfaatan potensi alam lokal selain untuk memastikan kesegaran dan nilai gizi bahan makanan, juga bisa menggerakkan roda ekonomi di masyarakat lokal. Sehingga masyarakat lokal bisa meningkatkan nilai produksi baik sebagai petani maupun nelayan,” tegasnya.

Dengan menyerap hasil bumi dari petani dan tangkapan nelayan setempat, program MBG diharapkan mampu menghidupkan ekosistem ekonomi kerakyatan di Mappi. Hal ini sekaligus menjamin bahwa makanan yang dikonsumsi siswa berasal dari bahan-bahan segar yang belum kehilangan nilai gizinya akibat proses distribusi yang panjang.

Koordinasi dan Harapan Ke Depan Meski berstatus sebagai program pemerintah pusat, Maria menjelaskan bahwa koordinasi di tingkat daerah tetap menjadi kunci kesuksesan. Pihaknya berencana menjalin komunikasi intensif dengan pimpinan daerah untuk merancang desain implementasi yang matang.

Langkah antisipasi ini diambil untuk menghindari kendala teknis yang mungkin timbul, bercermin pada pengalaman pelaksanaan program serupa di daerah lain. Desain yang baik diharapkan mampu memitigasi risiko sejak dini.

“Dinas pada prinsipnya menerima, karena ini merupakan program pusat, namun harus dikoordinasi dengan pimpinan daerah untuk didesain secara baik, agar tidak terjadi kendala di lapangan. Harapannya MBG bisa berjalan baik, dan tidak terjadi seperti di daerah lain,” tutup Maria Goreti.

Kategori :