Arus Peti Kemas TPK Merauke Melonjak 13,5%, Sukses Perkuat Logistik di Papua Selatan

Arus Peti Kemas TPK Merauke Melonjak 13,5%, Sukses Perkuat Logistik di Papua Selatan

Optimalkan Distribusi Barang, TPK Merauke Targetkan Ekspansi Infrastruktur di Tahun 2026-Istimewa.-

DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Wilayah timur Indonesia, khususnya Papua Selatan, kini tengah menunjukkan geliat ekonomi yang luar biasa. Sebagai gerbang utama yang menghubungkan arus distribusi barang nasional, Terminal Petikemas (TPK) Merauke memegang peranan vital dalam memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara merata. Kelancaran arus logistik di sini bukan sekadar angka statistik, melainkan urat nadi bagi pembangunan infrastruktur dan stabilitas harga komoditas di wilayah sekitarnya.

Sepanjang tahun 2025, operasional pelabuhan ini menunjukkan performa yang sangat impresif. Transformasi besar-besaran yang dilakukan pada sistem manajemen pelabuhan mulai membuahkan hasil nyata. Melalui koordinasi yang lebih rapi dan pemanfaatan teknologi, TPK Merauke berhasil membuktikan bahwa efisiensi tinggi dapat dicapai meskipun tantangan geografis di wilayah timur cukup kompleks. Keberhasilan ini mempertegas posisi Merauke sebagai simpul strategis logistik nasional.

Pencapaian ini tidak terlepas dari dedikasi tim di lapangan yang bekerja tanpa henti untuk memastikan setiap kapal yang bersandar dapat dilayani dengan maksimal. Dengan manajemen yang lebih modern, TPK Merauke kini menjadi standar baru dalam pelayanan kepelabuhanan di wilayah Papua.

Pertumbuhan Signifikan Arus Peti Kemas

Berdasarkan data operasional terbaru yang dirilis pada Rabu (28/01/2026), arus peti kemas di TPK Merauke sepanjang tahun 2025 menembus angka 52.712 TEUs. Pencapaian ini menandai kenaikan yang cukup signifikan sebesar 13,5% jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang tercatat di angka 46.427 TEUs.

Terminal Head Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, menegaskan bahwa lonjakan trafik ini merupakan hasil dari konsistensi dalam melakukan pembenahan internal.

“Kami memperkuat sinergi melalui implementasi Planning & Control (P&C) yang lebih ketat antar shift, rapat plotting yang presisi sebelum kapal bersandar, hingga evaluasi harian. Hasilnya, kami berhasil mengendalikan berthing time dan menurunkan durasi port stay kapal,” jelas Muhammad Rasul.

Respons Positif dari Pelaku Industri Pelayaran

Efisiensi yang diciptakan oleh manajemen TPK Merauke mendapat apresiasi langsung dari para pengguna jasa. Bondan Wahyu Eko Hardianto, Kepala Cabang PT Tanto Intim Line Merauke, mengakui bahwa pelayanan dan fasilitas di tahun 2025 sudah sangat baik. Namun, ia juga memberikan masukan agar kapasitas pelabuhan terus ditingkatkan seiring bertambahnya volume barang.

“Ke depan, kami berharap rencana perluasan lahan Container Yard (CY) segera terealisasi. Volume peti kemas terus tumbuh, sehingga kapasitas tampung menjadi krusial agar tidak mempengaruhi port stay kapal,” ungkap Bondan.

Dukungan serupa datang dari otoritas pelabuhan. Kepala KSOP Merauke, Capt. Julivan C.H. L. Salindeho, menyatakan bahwa sinergi antara operator, pengguna jasa, dan instansi pemerintah merupakan fondasi utama bagi pembangunan ekonomi daerah. Baginya, keselamatan dan kelancaran operasional tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

Strategi Ekspansif Menuju Tahun 2026

Menghadapi tahun 2026, TPK Merauke tidak ingin berpuas diri. Mengingat tren trafik yang diprediksi akan terus merangkak naik, manajemen telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur pelabuhan, antara lain:

  • Penambahan Alat Produksi: Langkah ini diambil untuk mempercepat durasi proses bongkar muat peti kemas dari kapal ke dermaga.

  • Perluasan Container Yard (CY): Meningkatkan kapasitas area penumpukan agar mampu menampung lebih banyak peti kemas di dalam area pelabuhan.

  • Pembangunan Depo Luar: Menyiapkan kapasitas tampung tambahan di luar area utama guna mencegah terjadinya penumpukan yang berlebihan.

Dengan rencana pengembangan yang komprehensif ini, TPK Merauke optimis dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi di tanah Papua serta memperkokoh konektivitas logistik nasional di tahun-tahun mendatang.

Sumber: