DAMPINGI SERUNI KMP! Sekda Papua Selatan Tinjau Proyek Tebu dan Pelatihan SDM di Merauke
Sinergi Perempuan Hebat: SERUNI KMP Pantau Proyek Tebu dan Pemberdayaan Tenaga Kerja di Sermayam-Istimewa.-
DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Kabupaten Merauke kembali menjadi pusat perhatian nasional seiring dengan langkah strategis pengembangan sektor agraris di wilayah paling timur Indonesia. Kali ini, fokus pembangunan tidak hanya tertuju pada teknis perkebunan semata, namun juga menyentuh aspek pemberdayaan sumber daya manusia dan keterlibatan organisasi perempuan dalam mengawal proyek strategis daerah. Kehadiran tokoh-tokoh penting di lapangan menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta tengah diperkuat demi masa depan ketahanan pangan.
Dalam semangat kolaborasi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi PAPUA SELATAN, Ferdinandus Kainakaimu, melakukan pendampingan langsung terhadap rombongan istri menteri yang tergabung dalam Solidaritas Perempuan Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI KMP). Kunjungan kerja yang berlangsung pada Senin (26/1/2026) ini difokuskan untuk meninjau progres lahan proyek tebu yang berlokasi di Kabupaten Merauke, sebuah kawasan yang diproyeksikan menjadi pilar industri gula nasional.
Setibanya di Kampung Sermayam, Distrik Tanah Miring, rombongan disambut hangat oleh pimpinan PT Global Papua Abadi (GPA), Totok Lestiyo. Sejumlah istri menteri yang hadir dalam kunjungan ini di antaranya adalah Sri Suparni Bahlil Lahadalia (istri Menteri ESDM), Elizabeth Tjandra Liza Thohir (istri Menteri BUMN), serta Ernawati Trenggono (Penasihat Dharma Wanita Kementerian Kelautan dan Perikanan). Kehadiran para tokoh perempuan tingkat nasional ini memberikan energi positif bagi pengembangan kawasan industri hijau di PAPUA SELATAN.
Tak hanya didampingi oleh Sekda, jajaran SERUNI KMP juga disambut oleh jajaran organisasi perempuan daerah yang dipimpin oleh Tetyliana Moi Wolo Madawa (istri Wakil Gubernur PAPUA SELATAN), didampingi istri Sekda PAPUA SELATAN, istri Kapolres Merauke, serta para pengurus organisasi perempuan lainnya di wilayah tersebut. Sinergi ini menunjukkan adanya dukungan moral dan sosial yang kuat dari penggerak perempuan di daerah terhadap proyek pembangunan yang sedang berjalan.
Selama peninjauan teknis, rombongan melakukan pemanenan tebu secara simbolis sebagai tanda dimulainya babak baru produksi di lahan tersebut. Selain melihat hamparan hijau tanaman tebu, agenda penting lainnya adalah meninjau program pelatihan operator alat pertanian bagi tenaga kerja pemula. Program ini dinilai sangat krusial sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian, guna memastikan putra-putri daerah memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk mengelola alat-alat modern dalam skala industri besar.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan bahwa pembangunan proyek tebu di Merauke tidak hanya mengejar target produksi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal dan kesejahteraan masyarakat PAPUA SELATAN secara luas.
Sumber: