Merdeka dari Kegelapan, 561 Keluarga Prasejahtera di Merauke Terima Bantuan Listrik Gratis
Sinergi PLN dan Pemerintah: Mewujudkan Keadilan Energi Lewat Program BPBL di Papua Selatan-Istimewa.-
DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Upaya nyata dalam menghadirkan keadilan energi di wilayah paling timur Indonesia terus dipercepat. Komitmen untuk memerangi kegelapan dan memastikan akses energi yang merata bagi seluruh rakyat kembali dibuktikan melalui langkah kolaboratif antara pemerintah dan penyedia layanan energi nasional. Ribuan mata kini berbinar seiring dengan masuknya cahaya ke rumah-rumah yang selama ini terisolasi dari akses listrik mandiri.
Provinsi PAPUA SELATAN, khususnya di Kabupaten Merauke, menjadi saksi bagaimana sinergi lintas instansi mampu mengubah kualitas hidup masyarakat kecil. Fokus utama dari pergerakan ini adalah memberikan hak dasar bagi keluarga prasejahtera yang selama bertahun-tahun merindukan terang di malam hari. Kini, keterbatasan ekonomi bukan lagi menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan instalasi listrik yang aman dan layak.
Melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), PT PLN (Persero) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Seruni Kabinet Merah Putih secara resmi melakukan penyalaan serentak untuk 561 keluarga di Merauke pada Senin (26/1/2026). Acara yang berpusat di kawasan Mangga Dua, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Merauke ini menandai babak baru bagi produktivitas warga di perbatasan.
Ketua Seruni Bidang IV, Sri Suparni Bahlil, hadir langsung untuk memastikan program ini menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa di bawah Kabinet Merah Putih, pemerintah memiliki misi besar agar tidak ada lagi sudut pemukiman yang tertinggal dalam kegelapan.
“Untuk itu, melalui program Seruni Kabinet Merah Putih, pada hari ini, kita akan menyalakan (bantuan listrik) secara langsung dan juga disaksikan oleh kita semua. Semoga listrik yang hari ini dipasang dapat digunakan dengan baik dan benar-benar membantu kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujar Sri Suparni Bahlil dengan penuh harap.
Akhir dari Masa Menumpang Listrik
Bagi warga penerima manfaat, bantuan listrik ini lebih dari sekadar urusan penerangan; ini adalah soal kemandirian dan rasa tenang. Yeremias Namberika, seorang pegawai bandara yang menjadi salah satu penerima, menceritakan bagaimana getirnya masa-masa sebelum memiliki meteran sendiri. Selama ini, ia terpaksa menumpang aliran listrik dari tetangga dengan keterbatasan yang luar biasa.
”Sebelum kami mendapat bantuan listrik, kami mendapat aliran dari tetangga kami yang ada di sebelah rumah. Jadi sebelum ada listrik kami merasa kesulitan. Kadang mau masak, listrik tidak ada, terutama untuk kehidupan pada saat malam hari, kami kadang tidur gelap karena tidak punya aliran listrik sendiri," ungkap Yeremias. Ia menambahkan, sesudah mendapatkan bantuan, dirinya merasa jauh lebih aman dan nyaman. "Saya bersama adik-adik saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM dan PLN yang telah memberikan listrik secara gratis,” paparnya.
Kisah serupa juga dialami oleh Stevanus Evander, seorang buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Dulu, ia selalu merasa waswas karena daya listrik yang ditarik dari rumah kerabatnya sering mengalami anjlok atau jatuh jika digunakan terlalu banyak.
“Biasa kita kalau dari Om, kita tidak bisa pakai lampu terlalu banyak, karena limit biasa jatuh. Tapi sekarang kita sudah dapat (bantuan), saya (ucapkan) terima kasih. Macam kalau mau masak nasi malam di rice cooker su bisa. Saya terima kasih dengan PLN dan Pemerintah karena su kasih saya bantuan listrik,” tutur Stevanus dengan dialek khasnya yang penuh kegembiraan.
Mendorong Rasio Elektrifikasi dan Kesejahteraan
Program BPBL ini dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat yang secara teknis sudah berada di area jaringan listrik PLN, namun tidak mampu membayar biaya penyambungan instalasi. General Manager PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, menegaskan pihaknya memastikan seluruh proses di lapangan berjalan cepat dan sesuai standar keselamatan yang ketat.
“PLN senantiasa hadir sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk menghadirkan terang bagi masyarakat. Oleh karena itu, PLN mendukung penuh Program BPBL ini dengan memastikan instalasi terpasang aman dan sesuai standar keselamatan. Kami berharap dengan listrik mandiri ini, produktivitas dan kualitas hidup 561 keluarga di Merauke dapat meningkat signifikan,” jelas Diksi.
Dengan tercapainya penyambungan ini, PLN dan Pemerintah berharap Rasio Elektrifikasi di PAPUA SELATAN terus merangkak naik, sekaligus menjadi bukti nyata pengamalan sila kelima Pancasila dalam wujud keadilan energi bagi seluruh masyarakat Merauke.
Sumber: