Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Papua Selatan Prediksi Curah Hujan Meningkat hingga Februari 2026

Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Papua Selatan Prediksi Curah Hujan Meningkat hingga Februari 2026

Prakiraan BMKG Februari 2026: Seluruh Wilayah Papua Selatan Berpotensi Hujan Kategori Menengah-Tinggi-Istimewa.-

DISWAY.ID PAPUA SELATANMemasuki bulan kedua di tahun 2026, kondisi atmosfer di wilayah timur Indonesia, khususnya PAPUA SELATAN, menunjukkan dinamika yang memerlukan perhatian ekstra. Stasiun Klimatologi (Staklim) PAPUA SELATAN baru saja merilis laporan terbaru mengenai perkembangan iklim untuk periode Dasarian II Januari hingga Dasarian I Februari 2026. Data ini menjadi panduan penting bagi masyarakat dalam menghadapi perubahan cuaca yang cukup signifikan dalam beberapa minggu ke depan.

Secara global, fenomena iklim memang tengah mengalami pergeseran. Setelah sempat dipengaruhi oleh La Nina Lemah, kondisi indeks El Niño-Southern Oscillation (ENSO) diprediksi akan terus bergerak menuju status Netral. Transisi menuju kondisi Netral ini diperkirakan akan berlangsung dan bertahan hingga pertengahan tahun 2026 mendatang. Namun, meskipun La Nina mulai melemah, intensitas hujan di tingkat lokal justru diprediksi tetap menunjukkan tren yang kuat.

Bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, menjaga kesehatan dan keselamatan transportasi menjadi prioritas utama. Hal ini didasarkan pada prakiraan iklim di wilayah PAPUA SELATAN yang menunjukkan bahwa seluruh area di provinsi ini akan diguyur hujan dengan intensitas yang tidak merata, namun cenderung tinggi di beberapa titik.

Berdasarkan data teknis dari BMKG, prakiraan curah hujan pada bulan Februari 2026 akan berada pada kategori Menengah hingga Tinggi. Meski volumenya tergolong besar, sifat hujan secara umum masih dikategorikan Normal. Untuk kondisi suhu udara, selama Dasarian II Januari 2026, rata-rata suhu di wilayah ini tercatat berada di angka 24 hingga 31 derajat Celsius. Angka ini dibarengi dengan tingkat kelembapan udara yang cukup pekat, yakni berkisar antara 70% hingga 99%.

Menanggapi kondisi tersebut, Stasiun Klimatologi BMKG PAPUA SELATAN mengeluarkan sejumlah imbauan penting guna meminimalisir risiko bencana. Masyarakat diminta untuk mewaspadai beberapa potensi dampak lingkungan yang bisa terjadi akibat tingginya curah hujan dan perubahan kondisi atmosfer, antara lain:

  • Risiko Banjir dan Banjir ROB: Area dataran rendah dan wilayah pesisir harus bersiap menghadapi potensi genangan serta luapan air laut (gelombang pasang).

  • Keselamatan Transportasi: Intensitas hujan yang sering membuat kondisi jalanan berpeluang besar menjadi licin, sehingga pengendara diminta lebih berhati-hati.

  • Kesehatan Masyarakat: Munculnya wabah penyakit yang biasanya berkembang biak pada musim penghujan perlu diantisipasi melalui penguatan sanitasi lingkungan.

BMKG terus menyarankan agar masyarakat tetap memperbarui informasi cuaca secara berkala untuk mengantisipasi perubahan iklim yang terjadi secara mendadak di lingkungan masing-masing.

Sumber:

Berita Terkait