Kisah dari Epsembit dan Mindiptana: Saat Pemuda Adat Bergerak Membangun Basis Data Papua Selatan

Kisah dari Epsembit dan Mindiptana: Saat Pemuda Adat Bergerak Membangun Basis Data Papua Selatan

Kisah dari Epsembit dan Mindiptana: Saat Pemuda Adat Bergerak Membangun Basis Data Papua Selatan-Istimewa-

DISWAY.ID PAPUA SELATANPerencanaan pembangunan yang efektif di tingkat daerah seringkali menghadapi jalan buntu akibat tidak sinkronnya kebijakan dengan kondisi riil di lapangan. Selama ini, intervensi program sosial maupun infrastruktur di tingkat akar rumput kerap kali berjalan kurang optimal karena minimnya instrumen yang mampu memotret kebutuhan nyata warga. Di wilayah-wilayah yang memiliki karakteristik geografis unik seperti Tanah Papua, ketersediaan informasi yang presisi menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Memulai perubahan dari unit administrasi terkini—yaitu kampung dan distrik—merupakan langkah taktis untuk membangun tata kelola pemerintahan yang transparan. Langkah ini tidak hanya mempermudah penyusunan anggaran, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat adat untuk terlibat langsung dalam menentukan arah masa depan mereka sendiri. Ketika masyarakat setempat diberikan ruang dan kapasitas untuk memotret realitas sosial mereka, program pembangunan yang lahir dipastikan akan jauh lebih berdaya guna.

Semangat pembaharuan inilah yang mendasari sebuah langkah maju di Kabupaten Boven Digoel. Jaringan Kerja Rakyat (JERAT) Papua bersama Pemerintah Distrik Mindiptana dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boven Digoel secara resmi meluncurkan program Mindiptana Satu Data. Langkah awal penguatan tata kelola data di tingkat distrik dan kampung ini diwujudkan melalui pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Orang Asli PAPUA SELATAN atau yang dikenal sebagai SIRIOS.

Melalui integrasi data dalam sistem ini, pemerintah daerah kini memiliki kompas baru untuk menyusun program pembangunan berdasarkan kondisi riil masyarakat. Melalui momentum ini, Mindiptana mencatatkan diri sebagai distrik pertama di Kabupaten Boven Digoel yang berhasil memiliki data demografi komprehensif berbasis kampung. Peresmian program yang mengusung tema “Data Akurat, Kebijakan Tepat dari Distrik Mindiptana untuk PAPUA SELATAN Satu Data” tersebut dipusatkan di Kantor Distrik Mindiptana pada Kamis (28/5/2026) dan diresmikan langsung oleh Bupati Boven Digoel, Roni Omba.

Sebelum sampai pada seremoni peluncuran, JERAT Papua ternyata telah bergerak melakukan pendataan masyarakat sejak tahun 2024 menggunakan platform SIRIOS. Fokus utamanya menyasar pada pengumpulan data Orang Asli Papua (OAP) serta warga non-OAP di Distrik Mindiptana. Kerja besar ini digarap secara kolaboratif dengan melibatkan Pemerintah Distrik Mindiptana, pemerintah kampung, serta para pemuda adat yang tersebar di 13 kampung.

Proses pengumpulan data ini dirancang partisipatif agar warga kampung tidak sekadar menjadi objek angka. Kepala Departemen Pengembangan masyarakat adat JERAT Papua, Loth Kreithof Wally, menjelaskan bahwa para pemuda lokal sengaja dilatih untuk menjadi kader pendata yang bergerak dari pintu ke pintu.

“Kami melatih pemuda kampung. Setelah itu, mereka mendata dari rumah ke rumah,” kata Loth yang akrab disapa Randy dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (11/6/2026).

Indikator yang dijaring di lapangan meliputi berbagai aspek vital, mulai dari kependudukan, pendidikan, ekonomi, hingga kondisi kelayakan perumahan. Salah satu temuan konkret dari pendataan ini adalah masih banyaknya keluarga yang belum memiliki rumah layak huni. Fakta objektif ini langsung dijadikan dasar bagi pemerintah kampung dan distrik untuk mengarahkan kebijakan pembangunan agar lebih tepat sasaran.

Melalui SIRIOS, aparatur dapat melihat detail jumlah kepala keluarga, jumlah pemuda OAP, tingkat pendidikan, angka pengangguran, hingga peta sosial ekonomi warga. Output data ini nantinya bisa dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan dokumen Perencanaan pembangunan, pelayanan administrasi, monografi kampung, hingga fungsi monitoring dan evaluasi.

“Program ini juga dirancang untuk memperkuat kapasitas aparatur kampung, Badan Musyawarah Kampung, dan pemuda adat dalam pengelolaan data berbasis teknologi informasi,” tutur Randy.

Dampak dari transformasi digital ini dirasakan langsung oleh Kristoforus Endewip (45), tokoh pemuda Kampung Epsembit yang ikut turun melakukan pendataan. Keterlibatan aktif ini membawa perubahan besar dalam kehidupan sosialnya di kampung.

“Kami dilatih mendata langsung ke rumah-rumah. Dulu, kami tidak dipakai, sekarang dilibatkan. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan,” ucap ayah tiga anak yang kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Urusan Umum Kampung Epsembit tersebut.

Perubahan paradigma ini juga disyukuri oleh Kepala Kampung Epsembit, Thomas Victorius Aram. Kampung Epsembit yang berpenduduk 229 jiwa kini mengelola anggaran senilai Rp 800 juta setelah efisiensi pada tahun 2026. Dengan data baru ini, mereka langsung memprioritaskan anggaran untuk penanganan stunting (tengkes) serta program ketahanan pangan.

“Sebelum ada SIRIOS, kami hanya menerka-nerka data masyarakat di kampung. Dengan data ini, program pemerintah kampung yang dicanangkan bisa lebih tepat sasaran,” aku Thomas.

Ia menambahkan, pihaknya bersama tim SIRIOS telah merampungkan pendataan dan pemotretan kondisi rumah warga untuk menyusun basis data yang kokoh.

“Program ini sangat bagus karena meningkatkan kualitas data kampung, komprehensif, dan lebih tertata. Saya sebagai kepala kampung mengucapkan terima kasih kepada JERAT Papua,” ucap Thomas.

Di tingkat kabupaten, Bupati Boven Digoel Roni Omba menempatkan Mindiptana Satu Data sebagai instrumen vital dalam sistem perencanaan daerah. Ia mengakui bahwa selama ini banyak program pemerintah yang tersendat akibat absennya data yang akurat.

“Datanya komprehensif. Informasi ini sangat penting untuk memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran,” tegas Roni.

Melihat keberhasilan ini, Pemkab Boven Digoel berkomitmen penuh untuk menduplikasi sistem SIRIOS ke 19 distrik lainnya. “Saya berharap, Distrik Mindiptana dapat menjadi contoh bagi distrik lain dalam membangun sistem data yang terintegrasi dan berbasis masyarakat adat,” harap Bupati.

Dukungan senada datang dari Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kabupaten Boven Digoel, Anton Timbiri. Ia optimistis sistem ini akan menjadi fondasi bagi lahirnya kebijakan-kebijakan yang berpihak pada rakyat.

“Dengan data yang baik, program pemerintah juga lebih tepat dan efektif dirasakan seluruh masyarakat,” kata Anton.

Apresiasi juga mengalir dari Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Boven Digoel, Doni Hermawan. Menurutnya, akurasi data memegang peranan krusial dalam mempermudah pemenuhan syarat administrasi ketika mengusulkan program strategis ke tingkat yang lebih tinggi.

“Bagi kami di Dinas TPHPP, data valid sangat krusial karena menjadi dasar menentukan arah usulan program serta mempermudah kesiapan administrasi untuk pengusulan program strategis berikutnya,” jelas Doni.

Saat ini, Dinas TPHPP tengah mengimplementasikan intervensi program afirmasi ekonomi bagi masyarakat asli Papua di Distrik Mindiptana yang telah terintegrasi dengan data tersebut. Salah satunya alokasi program dengan skema tugas pembantuan yang bersumber dari dana otonomi khusus di Kampung Wanggatkibi, sementara usulan untuk Kampung Awayangka sedang berproses melalui jalur musrenbang kabupaten.

“Kedua program tersebut merupakan bagian dari afirmasi ekonomi bagi masyarakat asli Papua di Distrik Mindiptana. Harapannya, program ini mampu melahirkan kemandirian ekonomi bagi masyarakat asli Papua,” pungkas Doni.

Sebagai organisasi masyarakat sipil yang fokus pada pemenuhan hak masyarakat adat, Direktur JERAT Papua Jimmy Biay mengingatkan kembali bahwa instansinya konsisten melakukan advokasi lewat pendataan riil agar kebijakan pembangunan tidak lagi meraba-raba.

“Distrik Mindiptana menjadi wilayah pertama yang berhasil menyelesaikan pendataan dan penginputan data sehingga dapat dijadikan proyek percontohan bagi distrik lain di PAPUA SELATAN,” kata Jimmy.

Sistem yang kini menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi PAPUA SELATAN ini diharapkan mampu mempermudah pengawasan jalannya roda pembangunan.

JERAT Papua bersama Pemkab Boven Digoel berharap, pengembangan SIRIOS dapat terus diperluas ke seluruh distrik di PAPUA SELATAN dengan melibatkan tenaga lokal dan pemuda asli Papua sebagai pengelola utama sistem data di kampung-kampung,” tutup Jimmy.

Sumber:

Berita Terkait