KM Mekar Alam B Terbakar di Laut Arafura, Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 24 ABK ke Merauke

KM Mekar Alam B Terbakar di Laut Arafura, Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 24 ABK ke Merauke

Dramatis! Evakuasi Puluhan ABK KM Mekar Alam B yang Terbakar di Perairan Merauke-Istimewa.-

DISWAY.ID PAPUA SELATANKabar mengejutkan datang dari perairan timur Indonesia, tepatnya di wilayah Laut Arafura, Kabupaten Merauke, PAPUA SELATAN. Sebuah kapal nelayan, KM Mekar Alam B, dilaporkan mengalami insiden kebakaran hebat di tengah laut yang mengancam keselamatan seluruh awak kapal yang berada di atasnya. Peristiwa mencekam ini terjadi saat kondisi cuaca di lokasi kejadian sedang tidak bersahabat, di mana hujan ringan mengguyur disertai hembusan angin yang cukup kencang.

Merespons laporan darurat tersebut, Tim SAR Gabungan segera bergerak cepat untuk melakukan upaya penyelamatan. Koordinasi intensif dilakukan demi memastikan puluhan nyawa yang terjebak di tengah laut dapat segera dievakuasi ke daratan dalam kondisi selamat. Proses evakuasi ini menjadi ujian tersendiri mengingat jarak dan kondisi alam di perairan Arafura yang menantang.

Kepala SAR Merauke, Rudi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berhasil mengevakuasi sebagian besar anak buah kapal (ABK). Dari total 26 orang yang berada di atas kapal (POB), sebanyak 24 orang telah berhasil dibawa menuju Merauke. Sementara itu, dua orang lainnya yakni nakhoda dan Kepala Kamar Mesin (KKM) memutuskan untuk tetap berada di lokasi kejadian.

"Saat ini ke-24 ABK sudah dievakuasi ke Merauke, sedang dua rekannya yakni nakhoda dan kepala kamar mesin (KKM) tetap berada di kapal menunggu kapal milik perusahaan yang akan menarik ke pelabuhan," ungkap Rudi di Merauke, Sabtu (28/03).

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, informasi mengenai terbakarnya KM Mekar Alam B pertama kali diterima pada Jumat (27/3) sekitar pukul 14.29 WIT dari seorang pelapor bernama Ragil. Ragil mendapatkan kabar tersebut dari kapal nelayan lain yang melihat titik api di koordinat 09°13.600’ S - 140°22.800’ E. Kebakaran itu sendiri diperkirakan mulai berkobar sekitar pukul 13.40 WIT.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari 17 personel langsung meluncur ke titik koordinat menggunakan Rescue Boat (RB) 223, RIB, serta berbagai peralatan pendukung lainnya. Operasi penyelamatan ini berlangsung di tengah cuaca dengan kelembapan tinggi berkisar 65–98 persen dan kecepatan angin antara 10–40 km/jam dari arah barat hingga utara.

Sebelum tim utama tiba, aksi heroik juga sempat dilakukan oleh kapal nelayan di sekitar lokasi. Para ABK kapal nahas tersebut awalnya dievakuasi oleh KM Sahabat pada pukul 15.55 WIT, sebelum akhirnya dipindahkan ke KM Bintang Mekar Mulia pada sore harinya.

Tim SAR Gabungan yang tiba di lokasi pada pukul 19.30 WIT kemudian mengambil alih proses pemindahan 24 korban ke kapal RB 223. Perjalanan menuju daratan memakan waktu beberapa jam hingga akhirnya tim tiba di Merauke pada Sabtu dini hari pukul 00.02 WIT.

"Seluruh korban yang dievakuasi kemudian diserahkan kepada pihak pengurus kapal dalam kondisi selamat di Merauke," pungkas Rudi. Dengan keberhasilan evakuasi ini, seluruh ABK yang dibawa ke darat dipastikan dalam keadaan sehat, sementara koordinasi untuk penarikan bangkai kapal masih terus dipantau.

Sumber:

Berita Terkait