Safari Ramadan 1447 H di Kampung Wonorejo, Gubernur Papua Selatan Ajak Umat Redam Ketamakan
Maret 2026 Dimulai, Intip Rencana Besar Gubernur Apolo Safanpo Bangun Konektivitas di Kurik-Istimewa.-
DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Suasana syahdu menyelimuti Kampung Wonorejo, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, saat rombongan Pemerintah Provinsi PAPUA SELATAN tiba di Masjid At-Taqwa pada Rabu (25/2). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pemimpin daerah dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
Di tengah hamparan sawah Distrik Kurik yang tenang, kehadiran Gubernur PAPUA SELATAN, Apolo Safanpo, membawa pesan yang jauh lebih dalam dari sekadar seremoni birokrasi. Ia mengajak masyarakat untuk melihat bulan suci ini sebagai kesempatan emas bagi setiap individu untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia dan melakukan refleksi mendalam.
Gubernur tidak hadir sendirian. Ia didampingi oleh Ketua DPR PAPUA SELATAN, Heribertus Silubun, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparat kampung, hingga unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran para petinggi provinsi ini menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat dalam momentum spiritual yang sakral.
Keunikan Toleransi dan Jaminan Keamanan Dalam sambutannya, Apolo Safanpo menyoroti fenomena unik yang terjadi pada tahun ini. Ia mencatat bahwa Ramadan 1447 Hijriah terasa istimewa karena beberapa agama menjalankan bulan suci dan masa ibadahnya secara bersamaan. Baginya, kondisi ini adalah ujian sekaligus peluang untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama di PAPUA SELATAN.
Gubernur menegaskan bahwa negara hadir untuk menjamin hak konstitusional setiap warga dalam menjalankan keyakinannya. "Pemerintah harus memastikan semua umat beragama dapat melaksanakan ibadahnya dengan aman dan nyaman," ujarnya di hadapan jamaah Masjid At-Taqwa.
Filosofi Pemulihan Diri dan Pengendalian Nafsu Lebih jauh, pria yang dikenal memiliki latar belakang akademisi ini membedah makna Ramadan dari sudut pandang filosofis. Menurut Apolo, bulan suci ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan pemulihan secara menyeluruh, mencakup aspek pribadi, sosial, maupun spiritual. Ia memandang bahwa kerusakan dalam diri manusia sering kali berakar dari ketidaksanggupan mengendalikan keinginan.
Apolo menjelaskan bahwa dalam pandangan filsafat, dosa kerap muncul akibat ketamakan, dorongan hawa nafsu, dan keinginan berlebihan yang tidak terkendali. Ramadan hadir sebagai "rem" terhadap dorongan-dorongan tersebut. “Keinginan-keinginan yang berlebihan itu diredam selama bulan suci,” katanya menjelaskan esensi puasa.
Selain menahan lapar dan haus, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga pandangan dan hati. Ia menyinggung bagaimana dosa bisa tumbuh dari kebiasaan membanding-bandingkan apa yang dilihat, yang kemudian memicu rasa tidak puas dan kesombongan.
“Kesombongan membuat kita jauh dari sesama dan dari Tuhan. Karena itu, di bulan suci ini kita memulihkan diri, memulihkan hubungan dengan sesama dan Sang Khalik,” pungkas Apolo Safanpo.
Menutup arahannya, Gubernur menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah Ramadan 1447 Hijriah bagi seluruh umat muslim di Kurik. Ia berharap seluruh rangkaian amal ibadah yang dilakukan selama bulan ini diterima oleh Allah SWT dan mampu membawa perubahan positif bagi karakter masyarakat PAPUA SELATAN ke depannya.
Sumber: