Waspada Gelombang Rosby, BMKG Merauke Prediksi Cuaca di Papua Selatan Kian Dinamis
Pengaruh Gelombang Rosby di Papua Selatan: Awan Hujan Tumbuh Cepat, Pelayaran Harus Siaga-Istimewa.-
DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Kondisi atmosfer di atas wilayah Papua Selatan tengah menunjukkan dinamika yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan perubahan cuaca yang terjadi, mengingat adanya fenomena alam yang memicu percepatan pembentukan awan hujan di kawasan ini. Fenomena tersebut berkaitan erat dengan pergerakan gelombang atmosfer yang melintasi wilayah timur Indonesia.
Berdasarkan pengamatan cuaca terbaru, munculnya Gelombang Rosby di bagian Papua Selatan menjadi faktor utama di balik tingginya intensitas pembentukan awan hujan. Kondisi ini diperkuat dengan adanya wilayah konvergensi atau pertemuan massa udara yang menyebabkan udara menjadi "mepet" dan terkumpul, sehingga proses kondensasi awan berlangsung jauh lebih cepat dari biasanya.
Prakirawan BMKG Merauke, Patricia Rachel Mahubessy, menjelaskan bahwa fenomena ini membawa dampak variatif di sejumlah titik. Saat ditemui di kantornya pada Senin (23/2), ia memaparkan bahwa hujan dengan intensitas ringan, sedang, hingga lebat saat ini tengah membayangi beberapa wilayah distrik.
"Secara umum, kondisi cuaca saat ini hujan ringan, sedang sampai lebat terutama di wilayah-wilayah Distrik Kimaam, Tabonji Tanah Miring. Sedangkan untuk Distrik Merauke, terjadi hujan ringan sampai hujan sedang," jelas Patricia.
Terkait pergerakan angin, Patricia menyebutkan bahwa angin bertiup dari arah barat utara menuju timur tenggara. Di daratan, kecepatan angin terpantau berkisar antara 10 hingga 35 km per jam. Namun, kecepatan ini bisa meningkat secara signifikan di area perairan, yang diprediksi mampu mencapai angka 40 km per jam.
Meskipun intensitas hujan sempat diprediksi menurun pada 24 Februari, masyarakat diminta tetap bersiap menghadapi siklus berikutnya. "Intensitas hujan akan menurun dan akan kembali meningkat dari tanggal 25-28 dengan intensitas hujan ringan sampai sedang. Tapi terjadi secara sporadis di beberapa daerah di Papua Selatan," ungkapnya.
Patricia menekankan bahwa aktivitas Gelombang Rosby memegang peranan kunci dalam ketidakpastian cuaca ini. "Gelombang Rosby yang sedang berada di Papua Selatan yang membuat percepatan pertumbuhan awan hujan," tandasnya.
Selain kondisi di darat, sektor pelayaran juga mendapatkan perhatian khusus dari BMKG. Meski dalam beberapa hari ke depan kondisi laut masih tergolong tenang dengan tinggi gelombang rendah (0,25 hingga 1 meter), ancaman gelombang tinggi diprediksi akan muncul di akhir bulan Februari.
"Untuk gelombang sendiri diperkirakan aman sampai 26 Februari 2026 dengan ketinggian 0,25-1 meter. Jadi masih dalam kategori rendah. Sedangkan untuk tanggal 27-28 akan meningkat dan sudah masuk dalam kategori tinggi dengan ketinggian sampai 2,5 meter terutama di perairan Asmat, Laut Arafura," papar Patricia.
Dengan adanya potensi peningkatan tinggi gelombang hingga 2,5 meter tersebut, pihak BMKG mengingatkan para pelaku pelayaran agar meningkatkan kewaspadaan ekstra mulai tanggal 27 Februari mendatang. Koordinasi dan pemantauan mandiri terhadap info cuaca terkini sangat disarankan guna menghindari risiko kecelakaan di laut.
Sumber: