Evakuasi Tenaga Kesehatan dan Koordinasi Otsus: Respon Pemerintah Pasca Insiden di Distrik Yaniruma

Evakuasi Tenaga Kesehatan dan Koordinasi Otsus: Respon Pemerintah Pasca Insiden di Distrik Yaniruma

Gubernur Apolo Safanpo Paparkan Strategi Penanganan Pengungsi Akibat Konflik di Kampung Danowage-Istimewa.-

DISWAY.ID PAPUA SELATANKeamanan dan stabilitas wilayah menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda pembangunan di tanah Papua. Namun, tantangan besar baru saja melanda Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel. Sebuah insiden kekerasan yang melibatkan penembakan pesawat komersial milik PT Smart Air Aviation telah mengusik ketenangan warga dan para pelayan publik yang bertugas di daerah terpencil tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (11/2/2026) lalu tersebut tidak hanya menyisakan duka atas gugurnya kru pesawat, tetapi juga memicu gelombang kepanikan bagi masyarakat setempat dan para pendatang. Kontak tembak yang pecah antara aparat TNI/Polri dengan kelompok bersenjata memaksa para Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya tenaga kesehatan (nakes), untuk mencari perlindungan demi keselamatan nyawa mereka.

Merespons situasi darurat ini, Komite Eksekutif Percepatan Otonomi Khusus (Otsus) Pembangunan Papua langsung bergerak. Sebuah rapat terbatas (ratas) digelar untuk memastikan langkah-langkah penanganan pascainsiden berjalan taktis, terukur, dan menyeluruh. Fokus utamanya adalah memastikan keselamatan warga dan pemulihan kondisi wilayah agar kembali kondusif.

Laporan Langsung ke Istana dan Evakuasi Nakes

Gubernur PAPUA SELATAN, Apolo Safanpo, mengungkapkan bahwa ratas yang dilaksanakan pada Kamis (19/2/2026) ini merupakan tindak lanjut atas permintaan keterangan dari Istana Kepresidenan. Pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah dalam melindungi warga sipil dan menjaga stabilitas keamanan.

“Rapat terbatas Komite Eksekutif Percepatan Otsus Pembangunan Papua membahas kasus penembakan di Kampung Danowage yang terjadi pada Rabu (11/2/2026) lalu,” ujar Apolo dalam keterangan resminya.

Dalam penjelasannya, Apolo merinci betapa gentingnya situasi saat insiden terjadi. Pesawat Smart Air bernomor registrasi PK-SNR yang membawa 13 penumpang tersebut menjadi sasaran saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai Batu. Meski penumpang sempat menyelamatkan diri ke hutan, pilot dan kopilot ditemukan oleh kelompok penyerang dan dinyatakan meninggal dunia.

Kondisi ini membuat para tenaga kesehatan yang bertugas di garis depan merasa terancam. Pemerintah Provinsi PAPUA SELATAN pun tidak membuang waktu untuk segera melakukan evakuasi.

“Tenaga kesehatan kita berjumlah 31 orang. Dari jumlah itu, 29 orang dievakuasi, sementara dua orang tetap tinggal karena merupakan warga asli Yaniruma,” kata Apolo.

Proses evakuasi dilakukan melalui jalur yang cukup panjang. Sebanyak 29 nakes dipindahkan dari Yaniruma menuju Distrik Zenggo, Kabupaten Mappi. Perjalanan dilanjutkan menggunakan speedboat menuju Kepi, hingga akhirnya tiba dengan selamat di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Sementara itu, jajaran aparat distrik di Yaniruma yang ditangani Pemkab Boven Digoel juga dipastikan telah berada di Tanah Merah dalam kondisi aman.

Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Respons cepat yang ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Provinsi PAPUA SELATAN mendapat pengakuan positif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, secara terbuka memberikan penghargaan atas sinergi yang ditunjukkan oleh Gubernur dan para Bupati di wilayah PAPUA SELATAN.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur PAPUA SELATAN dan para bupati se-wilayah PAPUA SELATAN yang telah cepat melakukan langkah-langkah penanganan terhadap para pengungsi,” ungkap Ribka di Jakarta.

Menurut Ribka, keberhasilan penanganan awal ini merupakan buah dari koordinasi yang solid antara pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait di lapangan. Kemendagri berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi intensif agar langkah-langkah lanjutan di wilayah terdampak dapat berjalan secara terarah dan terkoordinasi dengan baik.

Saat ini, kondisi di Distrik Yaniruma dilaporkan mulai berangsur kondusif. Pemerintah memastikan bahwa seluruh pengungsi telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman sembari terus memantau perkembangan situasi keamanan di lapangan guna menjamin keberlanjutan pelayanan publik di masa mendatang.

Sumber:

Berita Terkait