Sambut Bulan Suci dengan Hati Bersih, Pemprov Papua Selatan Tekankan Pentingnya Persiapan Spiritual
Pesan Gubernur Papua Selatan untuk Umat Islam: Jadikan Ramadhan Momentum Perbaiki Kualitas Diri dan Jaga Keamanan-Istimewa.-
DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Lambaian bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah sudah mulai terasa di ufuk cakrawala Bumi Cenderawasih. Di tengah kesibukan masyarakat PAPUA SELATAN yang dinamis, aroma kedamaian bulan penuh ampunan ini kian dekat, membawa pesan kesejukan bagi seluruh lapisan masyarakat. Suasana penuh khidmat ini menjadi waktu yang dinanti-nanti untuk kembali merajut kebersamaan dan memperdalam spiritualitas di tanah selatan Papua.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) PAPUA SELATAN menyadari betul bahwa transisi menuju bulan puasa memerlukan kesiapan yang matang, bukan sekadar rutinitas tahunan. Momentum ini dipandang sebagai kesempatan emas bagi setiap individu untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk duniawi dan menengok ke dalam relung hati masing-masing.
Gubernur PAPUA SELATAN, Apolo Safanpo, memberikan perhatian khusus terhadap persiapan ini. Beliau menekankan bahwa menjalani ibadah puasa yang berkualitas membutuhkan keseimbangan antara kekuatan raga dan kebersihan jiwa. Menurutnya, kesiapan yang setengah-setengah hanya akan mengurangi esensi dari ibadah itu sendiri.
Dalam siaran pers yang diterima di Jayapura, Senin, Gubernur Apolo Safanpo menguraikan dua pilar utama yang wajib disiapkan oleh umat Islam di wilayahnya sebelum melangkah ke gerbang Ramadhan.
Menjaga Raga demi Ibadah yang Maksimal
Aspek pertama yang menjadi sorotan adalah persiapan fisik. Tanpa kondisi tubuh yang prima, menjalankan aktivitas sembari menahan haus dan lapar tentu akan terasa berat. Gubernur mengimbau agar masyarakat mulai memperhatikan pola hidup sehat agar stamina tetap terjaga hingga akhir bulan suci.
"Persiapan fisik yaitu menjaga kesehatan tubuh agar mampu melaksanakan dan menunaikan ibadah puasa secara maksimal," ujar Apolo Safanpo.
Lebih lanjut, beliau juga mengingatkan bahwa kesehatan bermula dari lingkungan terdekat. Menjaga kebersihan tempat tinggal bukan hanya soal estetika, melainkan syarat mutlak agar keluarga dapat beraktivitas dan beribadah dalam keadaan yang bugar dan nyaman.
Refleksi Diri dan Pembersihan Hati
Beralih dari aspek lahiriah, Gubernur juga menitikberatkan pada persiapan spiritual. Ramadhan kali ini diharapkan menjadi ajang untuk mawas diri daripada mencari kesalahan orang lain. Beliau mengajak umat untuk menata niat dengan tulus agar setiap amal ibadah yang dilakukan mendapatkan rida dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
"Sementara persiapan spiritual yaitu melakukan introspeksi (mawas diri) dan refleksi diri masing-masing, jangan mengoreksi orang lain," pesannya dengan tegas.
Pembersihan hati ini, menurut Safanpo, mencakup upaya untuk membuang segala penyakit hati yang selama ini mungkin menghinggapi keseharian kita. Perasaan-perasaan negatif harus segera dikikis sebelum memasuki bulan suci.
"Diharapkan pula memasuki bulan suci Ramadhan semua kebiasaan buruk seperti iri hati dan dendam kepada orang lain agar ditinggalkan," tambahnya.
Momentum Memperbaiki Kualitas Diri
Bagi Pemprov PAPUA SELATAN, Ramadhan bukanlah sekadar seremoni keagamaan yang datang dan pergi setiap tahun. Lebih dari itu, bulan ini adalah sekolah kehidupan untuk menempa karakter.
Gubernur menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum penting untuk memperbaiki kualitas diri secara menyeluruh. Di samping itu, beliau juga menitipkan pesan bagi seluruh lapisan masyarakat terlepas dari latar belakang agama untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.
"Kami juga mengajak seluruh masyarakat PAPUA SELATAN senantiasa menjaga keamanan menjelang hari besar keagamaan," tutupnya, seraya berharap suasana damai di PAPUA SELATAN tetap terjaga sepanjang bulan suci hingga hari kemenangan nanti.
Sumber: