Bentrok Oknum Aparat di Mappi Berakhir Damai: Masalah Pribadi, Bukan Konflik Institusi

Bentrok Oknum Aparat di Mappi Berakhir Damai: Masalah Pribadi, Bukan Konflik Institusi

Picu Ketegangan di Distrik Obaa, Pimpinan TNI-Polri di Mappi Sepakat Selesaikan Masalah Secara Kekeluargaan-Istimewa.-

DISWAY.ID PAPUA SELATANSuasana di sekitar Marseling Area 2 Yonif TP 819/PIBP, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, sempat memanas pada Kamis (12/2). Kabar mengenai perselisihan antara oknum anggota TNI dan Polri di wilayah PAPUA SELATAN tersebut sempat memicu kekhawatiran masyarakat. Namun, reaksi cepat dari pimpinan kedua institusi berhasil meredam situasi sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Kejadian ini menjadi pengingat betapa krusialnya komunikasi antar-satuan di wilayah tugas. Meski sempat terjadi gesekan fisik dan aksi pelemparan oleh sekelompok massa di area satuan, langkah-langkah persuasif yang diambil terbukti efektif mengembalikan ketenangan di Bumi Cenderawasih. Aktivitas warga di Kabupaten Mappi kini dikabarkan telah kembali berdenyut normal seperti sedia kala.

Pihak Kodam XXIV/Mandala Trikora pun segera memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan duduk perkara agar tidak terjadi simpang siur informasi di tengah publik.

Kronologi Pemicu Gesekan

Kapendam XXIV/Mandala Trikora, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, memaparkan bahwa bibit ketegangan sebenarnya sudah muncul sejak beberapa hari sebelumnya. Antara tanggal 6 hingga 11 Februari, terdapat aksi provokatif dari seorang pengendara sepeda motor yang berulang kali menggeber mesin dan melontarkan kata-kata tidak pantas saat melintas di area penjagaan Yonif.

Puncaknya terjadi pada Kamis dini hari, ketika personel siaga memutuskan untuk menghentikan dan mengamankan individu tersebut guna dimintai keterangan.

"Dari pemeriksaan awal diketahui bahwa yang bersangkutan merupakan oknum anggota Polairud Polres Mappi yang saat itu dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol," ungkap Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/1).

Langkah Damai dan Kendali Situasi

Menyadari bahwa insiden ini melibatkan anggota dari dua institusi berbeda, pimpinan Yonif TP 819/PIBP dan pimpinan Polres Mappi segera bertemu pada pagi hari setelah kejadian. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mengedepankan cara-cara kekeluargaan dalam menyelesaikan permasalahan.

Meski kesepakatan damai telah dicapai, situasi sempat kembali menegang sekitar pukul 09.15 WIT ketika sekelompok massa mendatangi area satuan dan melakukan pelemparan batu. Namun, kesiapsiagaan personel di lapangan mampu meredam aksi tersebut.

"Personel di lapangan melaksanakan pengamanan sesuai prosedur. Berkat koordinasi cepat kedua institusi, situasi berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman tanpa eskalasi lanjutan," jelas Iwan.

Letkol Iwan menegaskan bahwa peristiwa ini murni merupakan permasalahan individu anggota dan sama sekali tidak mencerminkan adanya konflik institusional antara TNI dan Polri.

Komitmen Memberantas Akar Masalah

Insiden yang bermula dari pengaruh minuman beralkohol ini mendapat perhatian serius dari Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Lucky Avianto. Ia menekankan bahwa peredaran miras ilegal adalah musuh bersama yang harus diberantas karena sering kali menjadi pemantik gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Mayjen TNI Lucky Avianto menegaskan komitmen TNI bersama unsur Forkopimda untuk menindak tegas peredaran miras di tanah Papua.

"Kami bersama Forkopimda berkomitmen penuh untuk memberantas peredaran minuman keras ilegal yang menjadi salah satu pemicu gangguan kamtibmas. Ini bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama demi melindungi generasi muda dan menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua," pungkasnya.

Sumber:

Berita Terkait