Menembus Belantara Papua: Proyek Jalan KSPP Wanam–Muting Jadi Kunci Ekonomi Baru

Menembus Belantara Papua: Proyek Jalan KSPP Wanam–Muting Jadi Kunci Ekonomi Baru

Strategi Menteri PU Dody Hanggodo Percepat Konektivitas Logistik di Jalan KSPP Wanam–Muting-Istimewa.-

DISWAY.ID PAPUA SELATANPeta pembangunan di wilayah timur Indonesia kini tengah memasuki babak baru yang lebih agresif. Di bawah terik matahari PAPUA SELATAN, deru mesin alat berat menjadi irama keseharian dalam upaya besar memutus rantai keterisolasian yang selama ini membelenggu wilayah pedalaman. Fokus utama pemerintah saat ini tertuju pada pembangunan Jalan Kawasan Strategis Penghubung Produksi (KSPP) Wanam–Muting, sebuah proyek infrastruktur yang dirancang sebagai urat nadi distribusi logistik nasional.

Langkah berani ini diambil untuk memastikan bahwa kekayaan alam dan potensi produksi di Papua tidak lagi terhambat oleh medan yang sulit dijangkau. Selama bertahun-tahun, jarak dan aksesibilitas menjadi tantangan utama yang melambungkan biaya hidup dan menghambat kemajuan ekonomi lokal. Dengan hadirnya konektivitas darat yang mumpuni, wilayah selatan Papua diharapkan tidak lagi sekadar menjadi daerah pinggiran, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa proyek ini mengemban misi ganda: penguatan fisik wilayah sekaligus pengungkit kesejahteraan masyarakat. infrastruktur jalan yang andal diyakini akan menjadi katalisator bagi mobilitas barang dan jasa secara masif.

“Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting ini tidak hanya bertujuan meningkatkan konektivitas fisik, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. infrastruktur jalan yang andal akan mempermudah mobilitas orang dan barang, menurunkan biaya logistik, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat PAPUA SELATAN,” ujar Dody pada Selasa (10/2/2026).

Progres Teknis dan Mobilisasi Masif Saat ini, Kementerian PU sedang memfokuskan pengerjaan pada Segmen II yang membentang sepanjang 80,02 kilometer. Proyek ini bukan sekadar pengaspalan jalan biasa, melainkan pembangunan kompleks yang mencakup jalan at grade, tiga lokasi jembatan dengan total panjang 480 meter, serta empat unit box culvert.

Untuk menjamin percepatan konstruksi, mobilisasi alat berat dilakukan dalam skala besar. Tercatat sebanyak 35 unit ekskavator, 7 unit bulldozer, 8 unit compactor, dan 2 unit grader dikerahkan untuk bekerja secara simultan di lapangan.

Sementara itu, perencanaan matang juga telah disiapkan untuk Segmen I. Dengan total penanganan sepanjang 58 kilometer, jalan ini dirancang dengan standar tinggi yakni lebar badan jalan 7,5 meter serta bahu jalan 1,5 meter. Segmen ini akan dilengkapi dengan infrastruktur pendukung yang signifikan, termasuk pile slab sepanjang 6,1 kilometer dan 17 unit box culvert.

Menjunjung Tinggi Hak Ulayat Di balik kecanggihan teknis dan ambisi pembangunan, Kementerian PU menyadari bahwa keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada penerimaan masyarakat lokal. Oleh karena itu, pendekatan sosial melalui dialog dengan masyarakat adat menjadi prioritas utama sejak tahap awal perencanaan.

Menteri Dody menginstruksikan agar seluruh tahapan dilakukan dengan menghormati hak ulayat. “Kami memastikan seluruh tahapan pembangunan dilakukan dengan mengedepankan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap hak ulayat masyarakat adat. Pembangunan harus membawa manfaat nyata dan diterima oleh masyarakat setempat,” tambahnya.

Proses sosialisasi ini telah dilakukan secara intensif sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026, menjangkau berbagai kampung dan distrik yang dilalui trase jalan. Dengan prinsip pembangunan inklusif, pemerintah berkomitmen menyelesaikan proyek KSPP Wanam–Muting secara tepat mutu dan tepat waktu, demi mewujudkan ekonomi PAPUA SELATAN yang lebih merata dan berkelanjutan.

Sumber:

Berita Terkait