Kejar Target Panen 10.000 Hektare, Kementerian PU Percepat Infrastruktur Pangan di Wanam
Misi Kemandirian Pangan di Papua Selatan: Strategi Menteri PU Percepat Cetak Sawah di Wanam-Istimewa.-
DISWAY.ID PAPUA SELATAN - Ambisi besar Indonesia untuk mencapai kemandirian pangan kini tengah dipacu di ujung timur nusantara. Kawasan Wanam, PAPUA SELATAN, sedang dipersiapkan menjadi jantung baru produksi pangan nasional melalui pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP). Langkah ini bukan sekadar pembangunan rutin, melainkan upaya strategis untuk menjawab tantangan kedaulatan pangan yang menjadi fokus utama pemerintah saat ini.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berada di garda terdepan dalam menerjemahkan visi Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya sangat jelas: memastikan lahan seluas minimal 10.000 hektare sudah bisa mulai dipanen pada tahun ini. Untuk mencapai target ambisius tersebut, pengerjaan infrastruktur pendukung mulai dari akses logistik hingga ketersediaan air irigasi kini sedang dalam tahap percepatan yang intensif.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Pihaknya terus bersinergi dengan Agrinas dan Pemerintah Kabupaten Merauke guna memastikan seluruh infrastruktur dasar siap tepat waktu. Tantangan medan yang didominasi kawasan rawa menuntut pengerjaan yang tidak hanya cepat, tetapi juga presisi.
"Saya ingat betul arahan Bapak Presiden, tahun ini minimal 10.000 hektare sudah mulai panen. Karena itu Kementerian PU, Agrinas, dan Pemkab Merauke harus bergerak bersama agar target tersebut bisa tercapai," kata Dody dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/2/2026).
Fokus Utama: Pengendalian Banjir dan Suplai Air Salah satu aspek paling krusial dalam mencetak sawah baru di tanah Papua adalah pengelolaan air. Menteri Dody menjelaskan bahwa pembangunan saluran primer hingga Km 38 saat ini menjadi prioritas mendesak. Hal ini dilakukan agar ketika lahan siap ditanami, ketersediaan air tawar untuk padi sudah tidak lagi menjadi kendala.
"Kita sedang mengejar proses. Yang paling mendesak adalah pengendalian banjir dan pembangunan saluran primer sampai Km 38 sementara waktu. Jangan sampai saat Agrinas mulai pekerjaan cetak sawah, irigasi kita belum siap. Begitu cetak sawah selesai, saluran primer harus sudah tersedia dan air tawar untuk padi sudah mengalir," tuturnya.
Untuk mencukupi kebutuhan air lahan seluas 10.000 hektare, Ditjen Sumber Daya Air tengah mengkaji potensi air rawa di Km 39. Jika kapasitasnya terbatas, direncanakan pengambilan air dari rawa yang lebih besar di kawasan Angkias (Km 58). Semua kajian teknis ini dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan sekitar.
Pembangunan Jalan KSPP Wanam-Muting Selain irigasi, konektivitas jalan menjadi tulang punggung bagi distribusi logistik dan alat berat. Pembangunan Jalan KSPP Wanam-Muting terbagi dalam dua segmen utama:
-
Segmen II: Telah terbangun jalan sepanjang 80,02 km dengan dukungan jembatan sepanjang 480 meter di tiga lokasi serta empat unit box culvert. Sebanyak 35 unit excavator dan puluhan alat berat lainnya dikerahkan untuk mempercepat pengerjaan.
-
Segmen I: Direncanakan sepanjang 58,00 km dengan lebar badan jalan 7,5 meter. Pengerjaan ini juga mencakup pile slab sepanjang 6,1 km dan empat unit jembatan bentang panjang.
Menteri Dody menyadari bahwa bekerja di kawasan rawa memerlukan metode konstruksi khusus agar stabilitas tanah terjaga. "Kita dikejar waktu. Tahun ini harus bisa beroperasi penuh. Tapi kita tetap bekerja cepat tanpa merusak lingkungan dan memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga," imbuhnya.
Pendekatan Humanis dengan Masyarakat Adat Di balik kecanggihan alat berat dan target angka, Kementerian PU tetap mengedepankan dialog dengan masyarakat setempat. Pendekatan sosial kepada masyarakat adat dianggap sebagai bagian tak terpisahkan untuk memastikan pengerjaan di lapangan berjalan lancar tanpa hambatan sosial.
"Pendekatan dengan masyarakat tetap kita lakukan. Harapannya tidak ada lagi hambatan di lapangan. Pembangunan ini untuk kesejahteraan bersama, khususnya mendukung kemandirian pangan nasional sesuai arahan Presiden," pungkas Dody.
Sumber: